MIU Login

Perkuat Literasi Bahasa Arab, Mahasiswa Humaniora Lakukan Pendampingan Bahasa Arab di Lombok

HUMANIORA – (2/1/2026) Komitmen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam penguatan pengabdian berbasis keilmuan kembali diwujudkan melalui aksi nyata mahasiswa di tengah masyarakat. Kali ini, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Endang Mutia Hilma Yeni, melaksanakan kegiatan pendampingan Bahasa Arab di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Lombok, melalui program bertajuk Islāḥul Lughah.

Baca juga:

Mahasiswa dan Alumni Humaniora Raih Sertifikat Profesi Digital, Siap Hadapi Dunia Kerja Kreatif

Adaptif di Era Digital, Dosen Humaniora Perkuat Kompetensi lewat Sertifikasi Data Sains

Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri mulai dari kelas VII Madrasah Tsanawiyah hingga kelas XII Madrasah Aliyah. Turut hadir dalam kegiatan ini asatidzah pondok pesantren serta rekan-rekan alumni yang memberikan dukungan dan apresiasi atas pelaksanaan program pendampingan tersebut.

Dalam kesempatan ini, mahasiswi angkatan 2024 tersebut menyampaikan materi berjudul “من فصاحة اللسان إلى صناعة الإنسان” (Dari Kefasihan Lisan Menuju Pembentukan Manusia). Materi ini menekankan bahwa kefasihan berbahasa Arab tidak hanya dimaknai sebagai keterampilan akademik, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian manusia secara utuh.

Pembina Pondok Pesantren Nurul Hakim, Ustazah Raudatul Jannah, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang disampaikan. Menurutnya, bahasa yang fasih dan baik memiliki peran penting dalam membangun kualitas akal dan moral santri. “Bahasa adalah cermin kepribadian. Ketika lisan terjaga dan terlatih dengan baik, maka akan lahir manusia yang berilmu sekaligus berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Melalui program Islāḥul Lughah, para santri diajak menyadari bahwa kemampuan bertutur kata yang santun, jelas, dan fasih merupakan fondasi utama dalam proses dakwah, pendidikan, serta pembentukan karakter.

Kegiatan ini juga menjadi ruang latihan bagi santri untuk menumbuhkan kepercayaan diri dalam berbicara Bahasa Arab secara aktif dan bertanggung jawab.

Endang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan. “Semoga Islāḥul Lughah ini menjadi pengingat bahwa kefasihan lisan bukan sekadar kemampuan berbicara, tetapi jalan untuk membentuk manusia yang berilmu, beradab, dan berkepribadian kuat,” ujar mahasiswi yang aktif di komunitas jurnalistik tersebut.

Lebih lajut, Endang juga mengungkapkan kesan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para santri, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dan inspiratif bagi dirinya secara pribadi. “Kegiatan ini membekas karena mampu menumbuhkan kesadaran bahwa setiap ucapan memiliki tanggung jawab moral dan nilai pendidikan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora terus mendorong mahasiswanya untuk mengimplementasikan ilmu Bahasa Arab secara kontekstual dan humanis, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pembelajaran dan perubahan di tengah masyarakat. [unr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait