HUMANIORA – (31/12/2025) Transformasi digital yang kian masif di lingkungan pendidikan tinggi menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif serta memiliki kompetensi terstandar. Menjawab tantangan tersebut, empat dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih Sertifikat Kompetensi Ilmuwan Data Muda (Data Sains) yang diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Sertifikasi Kompetensi Nasional yang digelar Jumat, 17 Oktober 2025.
Baca juga:
- Lolos Ujian Sertifikasi, 12 Tendik Humaniora Kantongi Sertifikat Profesi
- Optimalkan Kapasitas Riset, Dosen Humaniora Kupas Rahasia Pemanfaatan Scopus AI di UIN Makassar
Empat dosen tersebut adalah Dr. Lina Hanifiyah, M.Pd., Dr. Muzakki Afifuddin, M.Pd., Dr. Yayuk Widyastuti Herawati, M.Pd., dan Dr. Agus Eko Cahyono, M.Pd. Sertifikasi dilaksanakan dengan mengombinasikan metode daring dan luring, guna menjamin fleksibilitas sekaligus efektivitas proses asesmen.
Keikutsertaan Fakultas Humaniora dalam program sertifikasi kompetensi data sains ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan strategis penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam menghadapi digitalisasi sistem akademik, tuntutan akuntabilitas berbasis data, serta pengembangan riset dan kebijakan institusional.
Ujian sertifikasi ini diselenggarakan melalui kolaborasi Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital (LSP TD) bekerja sama dengan PT Arkatama Multi Solusindo, dengan melibatkan asesor kompetensi bersertifikat. Seluruh proses asesmen dilaksanakan secara objektif dan terukur sesuai dengan skema nasional yang ditetapkan BNSP.
Dalam sertifikasi ini, kompetensi yang diuji meliputi pemahaman dasar data sains, pengolahan dan analisis data sederhana, interpretasi data, serta pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan. Peserta juga diuji dalam penggunaan perangkat lunak pendukung analisis data yang relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi.
Metode penilaian yang diterapkan asesor meliputi observasi praktik, evaluasi portofolio, dan sesi tanya jawab, guna memastikan kemampuan konseptual sekaligus aplikatif peserta. Standar kelulusan ditetapkan berdasarkan pemenuhan seluruh unit kompetensi dalam skema sertifikasi, sehingga hanya peserta yang benar-benar memenuhi kriteria nasional yang dinyatakan kompeten.
Salah satu peserta, Dr. Lina Hanifiyah, M.Pd., menilai sertifikasi data sains memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kerja dosen. “Saya merasakan langsung manfaat sertifikasi ini, terutama dalam memahami dan mengelola data secara lebih sistematis. Kompetensi ini sangat membantu dalam mendukung aktivitas akademik saya serta tugas-tugas dosen yang kian berbasis teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., turut menyampaikan selamat bagi para dosen yang telah lolos uji sertifikasi. Ia menegaskan bahwa kompetensi data sains kini menjadi kebutuhan mendasar bagi sivitas akademika.
“Perkembangan sistem akademik berbasis data, tuntutan transparansi, serta kebutuhan analisis data dalam riset dan pengambilan kebijakan mendorong fakultas untuk membekali dosen dan tendik dengan kompetensi yang terstandar secara nasional,” ujarnya secara terpisah saat ditemui Tim Infopub Humaniora.
Keberhasilan dosen Fakultas Humaniora dalam meraih Sertifikat Kompetensi Data Sains dari BNSP ini menegaskan komitmen fakultas dalam mengembangkan sumber daya manusia yang adaptif, profesional, dan berorientasi masa depan. Dengan SDM yang memiliki literasi data yang kuat, Fakultas Humaniora semakin siap menghadapi dinamika dunia akademik yang kian berbasis data dan teknologi. [unr]





