MIU Login

Festival Layang-Layang Internasional Jogja Meriah, Delegasi dari 17 Negara Ramaikan Pantai Parangkusumo

Oleh: Lativa Husna

Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali digelar di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu-Minggu (11–12/7/2026). Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan komunitas layang-layang nasional.

Pengunjung memadati kawasan Pantai Parangkusumo untuk menyaksikan berbagai atraksi layang-layang dengan beragam bentuk dan warna. Langit pantai dipenuhiberagamn jenis dan bentuk layang-layang hingga dragon train yang diterbangkan secara bergantian oleh para peserta dari dalam dan luar negeri.

Selain itu, pengunjung juga menikmati berbagai kegiatan pendukung, seperti pertunjukan seni budaya, barongsai, hingga penerbangan layang-layang pada malam hari (night flying). Festival tersebut menjadi salah satu agenda wisata tahunan yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Helper Internasional JIKF 2026, Spartan mengatakan, pelaksanaan festival hingga hari terakhir berlangsung aman dan kondusif.

“Sampai hari ini pelaksanaannya berlangsung secara kondusif. Para pengunjung sangat tertib dan menikmati acara yang disediakan. Alhamdulillah semua kendala yang ada sudah tertangani,” kata Spartan saat ditemui di lokasi, Minggu (12/7/2026).

Selain itu, Spartan menjelaskan, pada area internasional terdapat sekitar 35 hingga 40 peserta, termasuk tim Indonesia. Secara keseluruhan, festival tersebut diikuti perwakilan dari 17 negara yang menampilkan layang-layang khas masing-masing negara.

Festival ini dibagi ke dalam tiga arena utama. Venue internasional menampilkan pertunjukkan layang-layang dari berbagai negara tanpa sistem perlombaan. Para peserta memperlihatkan desain dan karakteristik layang-layang yang menjadi ciri khas negara asal mereka.

Sementara itu, venue nasional menjadi lokasi berbagai perlombaan layang-layang yang diikuti komunitas dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun venue terakhir khusus diperuntukkan untuk olimpiade tingkat anak-anak dari kategori TK sampai dengan SMP.

Salah seorang pengunjung dari Dringo, Wati mengaku, sengaja datang untuk menyaksikan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini layak dipertahankan karena memberikan hiburan.

“Kita suka banget. Kita pokoknya mendukung, semoga terus diadakan dan tahun depan lebih ramai lagi,” ujar Wati.

Ia berharap penyelenggaraan JIKF dapat terus berlangsung setiap tahun dengan jumlah peserta dan pengunjung yang semakin meningkat.

“Yang penting sukses selalu. Semoga semakin banyak yang datang dan acaranya semakin sukses,” ujarnya.

Festival yang berada di bawah naungan Komunitas Angkasa Satu tersebut resmi berakhir pada Minggu (12/7/2026). Selain menjadi ajang berkumpulnya pecinta layang-layang dari berbagai negara, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata dan memperkenalkan budaya layang-layang kepada masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait