HUMANIORA – (13/2/2026) Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan rapat daring (Zoom Meeting) terkait re-design kurikulum pada Rabu, 12 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik serta penyesuaian kurikulum dengan kebijakan nasional dan kebutuhan dunia kerja.
Read too:
- Targetkan Hasil Maksimal, Jurnal Afshaha Matangkan Persiapan Akreditasi
- Sabet Perak di The Voicefest at Braga 2026, 13 Mahasiswa Humaniora Ukir Prestasi Gemilang
Rapat tersebut menghadirkan Dr. Layli Hamida, Ketua Program Studi Sastra Inggris Universitas Airlangga Surabaya, sebagai narasumber pakar. Pemilihan Dr. Layli Hamida didasarkan pada pengalaman Program Studi Sastra Inggris Universitas Airlangga yang baru saja menyelesaikan proses re-design kurikulum, sehingga dinilai relevan sebagai rujukan dan mitra diskusi akademik.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan implementasi kerja sama antarprogram studi yang telah terjalin antara Program Studi Sastra Inggris Universitas Airlangga dan Program Studi Sastra Inggris UIN Malang. Kedua program studi tersebut juga tergabung sebagai anggota English Studies Association in Indonesia (ESAI), sehingga forum ini menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam pengembangan kurikulum bidang English Studies.

Dalam paparannya, Dr. Layli Hamida menekankan bahwa re-design kurikulum perlu diawali dengan benchmarking terhadap kurikulum perguruan tinggi bereputasi serta merujuk pada kebijakan nasional, seperti Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) 2020. Kurikulum juga harus dirancang dengan mempertimbangkan dampak dan peran kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan pentingnya keselarasan antara visi dan misi universitas, fakultas, program studi, serta kebijakan BSAT, yang kemudian diterjemahkan ke dalam profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis Outcome-Based Education (OBE). CPL mencakup aspek sikap, keterampilan umum, dan keterampilan khusus, dengan pembagian kewenangan yang jelas antara tingkat universitas/kementerian dan tingkat program studi.
Pada tahap implementasi, mata kuliah dirancang sebagai instrumen pencapaian profil lulusan dan CPL. Oleh karena itu, setiap mata kuliah perlu disusun secara sistematis, mencakup struktur kurikulum, deskripsi mata kuliah, metode dan media pembelajaran, sistem asesmen, serta Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Dr. Layli juga menekankan pentingnya penguatan keterampilan aplikatif, seperti storytelling dan English for Professional Writing, dengan proporsi pembelajaran praktik yang lebih dominan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses re-design kurikulum Sastra Inggris dapat menghasilkan kurikulum yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada luaran lulusan, sekaligus memperkuat jejaring akademik antarprogram studi dalam lingkup keilmuan English Studies di tingkat nasional. [ad-Infopub]





