HUMANIORA – (12/3/2026) Masalah klasik yang sering menghantui Sobat Humaniora saat menjalankan ibadah puasa adalah rasa lemas yang melanda di tengah diskusi kelas atau paparan materi dosen. Namun, tahukah Anda? Rasa lemas yang luar biasa di siang hari ternyata bukan sekadar akibat menahan lapar, melainkan sering kali dipicu oleh kekeliruan dalam memilih menu sahur dan pola hidrasi yang kurang tepat.
Read too:
- Transformasi Layanan Akademik: Humaniora UIN Malang Resmi Luncurkan SIUJI
- Gandeng Tim OKH, Humaniora Lakukan Pembinaan Jenjang Karier Dosen dan Tendik
Bagi mahasiswa, terutama mereka yang menjalani hidup sebagai anak kos, godaan untuk hanya menyantap mi instan atau gorengan saat berbuka dan sahur memang sangat besar. Namun, untuk menjaga stamina intelektual tetap stabil, diperlukan strategi nutrisi yang lebih cerdas.
Strategi Hidrasi 2-4-2: Penjaga Fokus di Tengah Terik
Untuk menghindari dehidrasi yang dapat menurunkan daya konsentrasi, pakar kesehatan sangat menyarankan pola hidrasi 2-4-2. Aturan mainnya sederhana:
- 2 Gelas saat sahur
- 4 Gelas di antara waktu berbuka hingga sebelum tidur
- 2 Gelas saat berbuka puasa.
Sangat penting bagi Sobat Humaniora untuk membatasi konsumsi kopi dan teh secara berlebihan. Sifat diuretik pada kedua minuman tersebut justru dapat memicu dehidrasi lebih cepat, terutama saat kita harus berpindah gedung di tengah cuaca terik kampus Dau.
Sahur Cerdas dengan Karbohidrat Kompleks
Agar energi tidak cepat habis di jam-jam pertama perkuliahan, pemilihan menu sahur menjadi kunci utama. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau gandum utuh. Jenis makanan ini melepaskan energi secara lambat (slow release), sehingga pasokan tenaga ke otak tetap terjaga hingga waktu Ashar tiba.
Kurma dan Susu: “Bahan Bakar” Instan yang Sehat
Bagi Anda yang membutuhkan pemulihan energi instan saat azan Maghrib berkumandang, ada tips praktis yang bisa dicoba: konsumsilah 5-6 butir kurma yang direndam dalam segelas susu.
“Kombinasi protein dan glukosa alami ini jauh lebih baik bagi tubuh dibandingkan minuman bersoda atau es manis yang hanya memicu lonjakan gula darah sesaat, namun kemudian membuat tubuh merasa semakin lemas,” tulis panduan kesehatan mahasiswa.
Dengan menerapkan pola makan dan minum yang tepat, diharapkan Sobat Humaniora tidak lagi hanya sekadar “hadir fisik” di ruang kuliah, tetapi tetap aktif menyumbangkan ide dan pemikiran brilian meskipun sedang berpuasa. Selamat mencoba, tetap sehat dan produktif di bulan penuh berkah! [dee/Infopub]





