HUMANIORA – (9/2/2026) Suasana senyap yang menyelimuti lereng perbukitan Dau selama libur semester seketika berganti dengan hiruk-pikuk antusiasme. Seiring dimulainya perkuliahan semester genap tahun akademik 2025/2026, Kampus 3 UIN Malang yang kini populer dengan julukan “Kampus di Atas Awan”, menjadi saksi kembalinya denyut nadi intelektual para calon sastrawan dan linguis Fakultas Humaniora.
Read too:
- Momen Bermunajat: Yudisium Humaniora Dibalut Istighotsah Bersama KH. Marzuki Mustamar
- IKAFAHUMA Sambut Lulusan Baru, Siap Perkuat Kolaborasi Strategis
Sejak pagi hari, koridor-koridor Gedung Ar-Rahim tampak penuh sesak oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) serta Sastra Inggris (Sasing) yang hadir dengan semangat meluap, siap merajut kembali narasi akademik mereka.

Antusiasme mahasiswa tersebut disambut hangat dengan kesiapan infrastruktur yang mumpuni. Wakil Dekan Bidang AUPK, Miftahul Huda, Ph.D., memastikan bahwa setiap sudut ruang kelas telah disiapkan dengan presisi untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi civitas akademika.
“Kami ingin mahasiswa merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Di sini, ruang kelas tidak hanya dilengkapi meja kursi ergonomis, LCD proyektor, dan AC, tetapi juga disuguhi panorama pegunungan yang sejuk. Atmosfer ini kami desain agar kreativitas mahasiswa semakin terasah melalui harmoni alam dan teknologi,” jelas Miftahul Huda.
Bagi para tenaga pendidik, pertemuan perdana ini bukan sekadar rutinitas transfer ilmu, melainkan momentum untuk memicu kembali nalar kritis mahasiswa. Finda Muftihatun Najihah, M.Ed., dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris, mengungkapkan kegembiraannya melihat binar mata mahasiswa yang tampak haus akan diskusi. Menurutnya, energi segar yang dibawa mahasiswa setelah liburan menjadi modal utama dalam menghidupkan kembali dialektika di dalam kelas.

Senada dengan hal tersebut, Arief Rahman Hakim, M.Pd yang turut mengawal hari pertama perkuliahan, menyatakan bahwa perjumpaan perdana ini adalah saat yang tepat untuk merekonstruksi pemikiran kreatif mahasiswa melalui teks-teks sastra yang relevan dengan perkembangan zaman.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Halimi, M.Pd., yang memantau langsung jalannya perkuliahan perdana, menyampaikan apresiasi mendalam atas kelancaran transisi dari masa rehat menuju masa studi. Ia menekankan bahwa kesiapan seluruh tim teknis dan dosen menjadi kunci suksesnya hari pertama ini.
“Semester genap ini adalah panggung bagi mahasiswa untuk tampil lebih aktif, kreatif, dan produktif. Kami berharap budaya akademik Humaniora yang inklusif semakin mengakar kuat di Kampus 3 ini, di mana setiap diskusi menjadi langkah menuju pendewasaan intelektual,” ujar Dr. Halimi.
Perkuliahan perdana ini tak pelak menjadi simbol dimulainya babak baru perjuangan akademik. Di bawah naungan langit biru Dau, Fakultas Humaniora siap mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara linguistik, tetapi juga memiliki kepekaan rasa yang tajam di tengah lingkungan belajar yang inspiratif. [unr/Infopub]





