HUMANIORA – (1/12/2025) Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan rangkaian Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT pada 30 November hingga 2 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi prodi dalam meneguhkan komitmen terhadap penjaminan mutu, memperkuat kualitas layanan akademik, serta memastikan keselarasan dokumen akreditasi dengan kondisi faktual di lapangan.
Read too:
- Perkuat Perspektif Global, Dosen Humaniora UIN Malang Isi Kuliah Tamu Intercultural Competence di UNM
- Dari Kelas ELT ke Panggung Teater: Mahasiswa Sastra Inggris UIN Malang Pentaskan Drama From Whiteboard to Heartboard
Asesmen menghadirkan dua asesor BAN-PT, yakni Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum. dari Universitas Negeri Makassar dan Dr. Ngadiso, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret. Kehadiran keduanya disambut oleh pimpinan universitas dan fakultas sebagai penanda dimulainya proses asesmen secara resmi.

Agenda asesmen dibuka dengan pertemuan bersama Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa akreditasi tidak hanya sekadar proses administratif, tetapi merupakan instrumen strategis untuk memperkuat mutu pendidikan secara berkelanjutan. Menurutnya, asesmen ini menjadi ruang refleksi menyeluruh bagi institusi untuk memastikan kualitas layanan akademik terus mengalami peningkatan.

Setibanya di Fakultas Humaniora, para asesor diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, Ph.D., Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M. Faisol, M.Ag., serta jajaran pimpinan fakultas dan tim akreditasi. Dalam sambutannya, Drs. Basri menyampaikan apresiasi kepada para asesor dan menegaskan bahwa seluruh data telah dipersiapkan secara transparan, lengkap, dan akuntabel. Senmentara itu, Prof. Faisol turut menambahkan bahwa Prodi Sastra Inggris telah mempersiapkan borang, LED, LKPS, serta bukti fisik secara komprehensif dengan harapan asesmen berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik sekaligus memperkuat budaya mutu fakultas.

Para asesor kemudian memaparkan mekanisme asesmen. Prof. Baso menjelaskan bahwa proses ini berfokus pada validasi dan klarifikasi data dokumen melalui wawancara, observasi, dan pembuktian lapangan. Selama kegiatan berlangsung, asesor melakukan evaluasi menyeluruh yang meliputi pemeriksaan dokumen akreditasi, pengecekan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium bahasa, perpustakaan, dan sarana teknologi pembelajaran; diskusi dengan unit layanan dan tenaga kependidikan; serta wawancara dengan dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.

Dalam pengamatannya, Prof. Baso mengapresiasi kesiapan dokumen prodi yang dinilai representatif dalam menggambarkan proses akademik. Sementara itu, Dr. Ngadiso menyoroti ekosistem akademik yang kondusif serta komitmen kuat sivitas akademika dalam mendukung pengembangan Prodi Sastra Inggris.

Asesor Nasional BAN-PT yang juga dosen Fakultas Humaniora, Dr. Meinarni Susilowati, yang turut mendampingi proses asesmen turut menegaskan bahwa akreditasi merupakan bagian integral dari siklus penjaminan mutu pendidikan tinggi. Ia menjelaskan bahwa proses ini merupakan bentuk continuous quality improvement—upaya berkelanjutan untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan selalu berada dalam standar terbaik. “Akreditasi tidak hanya memenuhi regulasi formal, tetapi juga mengukur mutu, relevansi kurikulum, kualitas layanan akademik, hingga kompetensi dan kiprah lulusan”, ujarnya.

Prodi Sastra Inggris sendiri selama ini dikenal memiliki berbagai keunggulan, mulai dari capaian prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional, produktivitas penelitian dosen, hingga penguatan kegiatan literasi. Kurikulum prodi yang mengintegrasikan kajian bahasa, sastra, dan budaya juga didukung jejaring kolaborasi yang luas dengan mitra nasional dan internasional. Para alumninya telah berkontribusi di berbagai sektor seperti pendidikan, penerjemahan, media, hingga industri kreatif.

Rangkaian asesmen ditutup dengan penyampaian umpan balik resmi dari asesor. Prodi menerima apresiasi sekaligus rekomendasi strategis sebagai bahan penguatan keberlanjutan mutu. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara asesmen dan sesi dokumentasi.

Melalui asesmen ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan bahwa akreditasi bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, relevan, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan semangat kolaboratif seluruh sivitas akademika, Prodi Sastra Inggris semakin siap mengukuhkan diri sebagai program studi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. [al]





