HUMANIORA – (12/12/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Rapat Pemutakhiran Kurikulum untuk Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) serta Sastra Inggris. Kegiatan ini berlangsung Pada Jumat, 12 Desember 2025di ruang Dekanat dan dihadiri oleh pimpinan fakultas dan para ketua dan sekretaris program studi. Rapat ini menjadi forum strategis untuk memastikan kurikulum kedua prodi semakin relevan, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta tuntutan akreditasi.
Read too:
- Teguhkan Komitmen Menuju Zona Integritas, Humaniora Gelar Evaluasi Bersama Tim PMPZI
- Favorite Miss Diversity Jawa Timur Dukung Ajang Prestisius Fakultas Humaniora
Pada sesi pembukaan, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. M Faisol menegaskan pentingnya proses pemutakhiran kurikulum sebagai upaya untuk memperkuat profil lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta berakar pada nilai-nilai keilmuan dan karakter keislaman. “Perubahan kurikulum tidak sekadar mengganti atau menambah mata kuliah, tetapi memastikan adanya kesinambungan antara capaian pembelajaran, kebutuhan lapangan kerja, dan perkembangan keilmuan terbaru,” tegasnya.

Dalam rapat perdana kali ini, Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Abdul Basid memaparkan sejumlah langkah pemutakhiran yang harus disiapkan, mulai dari tahap evaluai, pelibatan pakar hingga stakeholder. “Langkah-langkah ini penting agar kurikulum yang akan dihasilkan nantinya betul-betul lebih komprehensif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Prodi Sastra Inggris, Dr. Agwin Degaf, juga mengingatkan keterlibatan mahasiswa dan alumni. Mahasiswa dan alumni menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pemutakhiran kurikulum. “Mereka harus dilibatkan. Kita butuh untuk mendapatkan masukan-masukan dalam hal ini,” jelasnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta rapat. Poin penting yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat kali ini meliputi pembentukan tim pemutakhiran yang nantinya akan melibatkan dosen dan seluruh stakeholder. “Tim yang dibentuk nantinya harus solid sehingga dapat mengawal proses pemutakhiran kurikulum sampai tuntas,” tutup Dr. Halimi selaku Wakil Dekan Bidang Akademik. [unr]





