MIU Login

Awali Tahun 2026, Fakultas Humaniora Napak Tilas Keteladanan Sunan Maulana Malik Ibrahim

HUMANIORA — (12/1/2026) Mengawali tahun 2026, segenap civitas akademika Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan ziarah ke makam Maulana Makhdum Ibrahim As-Samarqandy atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur, Kamis (8/1). Kegiatan ini menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan kembali nilai-nilai spiritual, intelektual, dan kemanusiaan yang menjadi fondasi pengembangan keilmuan humaniora.

Read too:

Rombongan Fakultas Humaniora dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag., didampingi para pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan. Ziarah berlangsung khidmat dengan rangkaian doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa besar Sunan Maulana Malik Ibrahim dalam sejarah Islam Nusantara.

Kegiatan ziarah ini dimaksudkan sebagai napak tilas perjuangan dan keteladanan Sunan Maulana Malik Ibrahim, khususnya dalam memadukan spiritualitas, keilmuan, dan pengabdian sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat keilmuan Fakultas Humaniora yang menempatkan manusia, budaya, dan moralitas sebagai pusat kajian akademik.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag., menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi bagi civitas akademika dalam memaknai kembali peran ilmu humaniora di tengah tantangan zaman. Menurutnya, keteladanan Sunan Maulana Malik Ibrahim mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus berpijak pada nilai, adab, dan kemanusiaan.

“Napak tilas ini menjadi pengingat bahwa tradisi akademik yang kuat harus disertai dengan kedalaman spiritual dan kepekaan sosial. Sunan Maulana Malik Ibrahim menunjukkan bahwa dakwah, pendidikan, dan peradaban dibangun melalui keteladanan, dialog, dan keberpihakan pada kemanusiaan,” ungkapnya.

Sunan Maulana Malik Ibrahim dikenal sebagai pemimpin Walisongo generasi pertama, sekaligus tokoh sentral penyebaran Islam awal di tanah Jawa. Dakwah Sunan Maulana Malik Ibrahim tidak hanya berorientasi pada penyebaran ajaran Islam, tetapi juga menekankan pendekatan kultural, pendidikan, dan keteladanan sosial.

Dalam sejarahnya, Sunan Maulana Malik Ibrahim dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam di Nusantara. Ia meletakkan fondasi sistem pendidikan berbasis pondok pesantren di Jawa, mengajarkan ilmu agama, Al-Qur’an, serta akhlak mulia, sekaligus membina kader-kader pemimpin Islam yang kelak melanjutkan estafet dakwah. Pendekatan dakwah yang humanis, inklusif, dan berakar pada realitas sosial masyarakat menjadikan beliau sosok teladan lintas zaman.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora berharap semangat awal tahun 2026 dapat dimaknai sebagai komitmen bersama untuk terus mengembangkan keilmuan humaniora yang tidak tercerabut dari nilai-nilai spiritual, sejarah, dan budaya Nusantara. Ziarah ini sekaligus menjadi peneguhan identitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam satu tarikan nafas akademik. [al/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait