MIU Login

Mahasiswa Humaniora Turut Rawat Warisan Budaya Nusantara melalui Batik Arjomulyo

HUMANIORA – (13/1/2026) Komitmen mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam merawat dan melestarikan budaya nusantara kembali diwujudkan melalui kegiatan edukatif berbasis kearifan lokal. Dua mahasiswa Humaniora, Muchammad Mufti Akmal (Program Studi Bahasa dan Sastra Arab) dan Aldo Viqar Wijaya (Program Studi Sastra Inggris), terlibat aktif dalam program pengenalan dan pembelajaran pembuatan batik khas Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang dikenal dengan nama Batik Arjomulyo.

Read too:

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (10/1) dan Senin (12/1), dengan melibatkan sekitar 14 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 66 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program tersebut menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses kreatif batik sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan secara komprehensif pada tahapan pembuatan batik yang ternyata jauh dari kata sederhana. Proses dimulai dari pembuatan pola dan desain, dilanjutkan dengan pencantingan menggunakan malam atau lilin batik, pewarnaan, penjemuran, hingga penguatan warna. Setelah itu, kain kembali dijemur, dicuci, lalu direbus untuk menghilangkan sisa malam, sebelum akhirnya melalui tahap pembilasan dan penjemuran terakhir hingga kain batik siap digunakan. Rangkaian panjang ini membuka kesadaran peserta bahwa di balik motif batik yang indah, tersimpan jerih payah, ketekunan, dan kesabaran yang luar biasa.

Materi ini dinilai sangat penting, terutama di tengah arus modernisasi yang kerap menjauhkan generasi muda dari budaya leluhur. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan masyarakat diajak untuk kembali mengingat, menghargai, serta melestarikan warisan budaya nusantara. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Humaniora UIN Malang tidak hanya belajar tentang bahasa dan sastra asing seperti Arab dan Inggris, tetapi juga berperan aktif dalam mempelajari, menjaga, dan menghidupkan budaya Indonesia.

Muchammad Mufti Akmal menyampaikan kesan mendalam selama mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku sangat senang dan bangga karena mendapatkan “ilmu mahal” yang tidak didapatkan di dalam kelas. Menurutnya, pengalaman praktik langsung bersama para pegiat Batik Arjomulyo menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus pemahaman baru tentang pentingnya menghargai setiap proses dalam sebuah karya budaya.

Senada dengan itu, Aldo Viqar Wijaya berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan. “Semoga melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat—terutama generasi muda—untuk mencintai budaya nusantara semakin meningkat, mampu mengapresiasi setiap prosesnya, dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia,” ujarnya.

Melalui keterlibatan aktif mahasiswa Humaniora dalam kegiatan ini, Batik Arjomulyo tidak hanya dikenalkan sebagai produk budaya lokal, tetapi juga sebagai identitas dan warisan yang patut dijaga bersama. Upaya kecil ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam merawat kekayaan budaya nusantara agar tetap hidup dan bermakna di tengah perubahan zaman. [dee/Infopub]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait