
Mulai dari Baca Koran Sampai Ngenet Gratis Pasca mengikuti kegiatan perkuliahan, kebanyakan para mahasiswa pergi ke kopma (koperasi mahasiswa) atau nongkrong bersama. Hal itu biasa mereka lakukan setelah mendapatkan palajaran dari dosen. Namun, lain halnya dengan sebagian mahasiswa humaniora dan budaya. Ada suatu tempat yang paling sering dikunjungi oleh para
GEMA-Mengglobalnya bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional, mengharuskan setiap orang untuk mempelajarinya. Khususnya mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI), ada tuntutan untuk memahami bahasa tersebut dari akar-akarnya. Untuk itulah kelas Intensive English Course (IEC) diadakan selama satu semester penuh. Menurut Miftahul Huda, Ketua Program IEC, mahasiswa Jurusan BSI semester awal
Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) pada Selasa (9/8) menyelenggarakan workshop pembuatan media pembelajaran berbasis IT di ruang dosen Fakultas Humaniora dan Budaya. Workshop ini diagendakan berlangsung hingga Senin pekan depan(15/8). Workshop kali ini dikhususkan untuk para dosen pengajar Pendidikan Bahasa Arab. Dengan adanya workshop ini diharapkan dosen mampu membuat media
HUMANIORA – (8/8/2022) Prof. Hachiro Enaka dalam kuliahnya di hadapan dosen dan mahasiswa Fakultas Humaniora menyatakan bahwa pada intinya budaya Jepang meliputi dua hal. Pertama, budaya malu; hal ini bisa kita amati ketika seorang gagal meraih cita-cita dalam kehidupannya ia akan membunuh dirinya. Kedua, budaya kerja keras; orang-orang Jepang sangat
Definisi yang kita kenal sehari-hari adalah bahwa guru merupakan orang yang harus digugu dan ditiru, dalam arti orang memiliki charisma atau wibawa hingga perlu untuk ditiru dan diteladani. Mengutip pendapat Laurence D. Hazkew dan Jonathan C. Mc Lendon dalam bukunya This Is Teaching (hlm. 10): “Teacher is professional person who
(Upaya Menemukan Jati Diri Di Tengah-Tengah Krisis Percaya Diri) Oleh: Abdul Wahab Rosyidi, M.Pd[1] “Everyone born to be genius, demikian bunyi kata-kata bijak. Tiap orang dilahirkan dengan potensi dan kecerdasan luar biasa. Sang Pencipta telah melengkapi tiap manusia dengan berbagai potensi dan kecerdasan yang diperlukan untuk hidup dalam kehidupan ini.”