HUMANIORA – (29/10/2025) Rangkaian kegiatan International Youth Enhancing Study (I-YES) 2025 kembali menghadirkan pengalaman budaya yang bermakna bagi para peserta internasional. Setelah mengikuti beberapa sesi akademik di kampus, rombongan melanjutkan perjalanan edukatif menuju Museum Mpu Purwa, destinasi budaya yang menjadi kebanggaan Kota Malang, Selasa (29/10).
Baca juga:
- Kampus Atas Awan Jadi Laboratorium Seni, Peserta I-YES Buat Batik Eco Print
- I-YES 2025: Menggugah Kekayaan Budaya Indonesia Lewat Harmoni Gamelan
Setibanya di museum, suasana hangat langsung menyambut kelompok peserta dari berbagai negara. Mereka dipandu oleh Arbain atau yang akrab disapa Bain, sebagai duta budaya yang menjelaskan setiap sudut koleksi dengan gaya interaktif dan komunikatif.

Museum Mpu Purwa dikenal sebagai ruang penyimpanan beragam peninggalan purbakala dari masa kejayaan Nusantara, mulai dari arca, patung, candi, hingga prasasti bersejarah. Museum ini juga menyimpan kisah besar Kerajaan Singhasari, termasuk legenda Ken Arok dan Ken Dedes yang tak lekang oleh waktu.
“Semua koleksi di sini adalah bukti nyata perjalanan sejarah bangsa. Kita boleh melihat lebih dekat, tapi tidak boleh menyentuh agar keasliannya tetap terjaga,” tegas Bain kepada peserta sambil memandu tur keliling.

Para peserta tampak larut dalam penjelasan dan detail sejarah yang disampaikan. Mereka memperhatikan patung-patung yang berdiri kokoh dan memancarkan nilai filosofis tinggi, seolah menjadi saksi hidup peradaban Jawa masa lampau. Sesekali, peserta mengajukan pertanyaan, menandakan tingginya rasa ingin tahu terhadap sejarah budaya Indonesia.
Kunjungan ini tidak sekadar wisata edukasi, namun menjadi ajang pembelajaran berwawasan global. Melalui peninggalan yang tersimpan rapi, peserta diajak memahami bahwa sejarah adalah cermin identitas dan perjalanan panjang suatu bangsa.
Nama museum yang diambil dari tokoh Buddha, Mpu Purwa—ayah dari Dewi Ken Dedes—semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai hubungan budaya, sejarah, dan spiritualitas masyarakat Jawa.
Acara ini merupakan salah satu wujud komitmen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkenalkan kebesaran budaya Indonesia melalui platform internasional seperti I-YES. Harapannya, para peserta dapat membawa pulang bukan hanya foto dan kenangan, tetapi juga kesadaran baru tentang betapa luas dan pentingnya warisan Nusantara bagi dunia. (afs)





