HUMANIORA – (22/10/2025) Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan inovasi akademik dengan menyelenggarakan kegiatan Student Academic Mastery Program bertajuk “Mengukur Jejak Langkah Belajar Kita Hingga Hari Ini?” pada Rabu, 22 Oktober 2025, bertempat di Ruang Theater lantai 3 Fakultas Humaniora.
Baca juga:
- Bahas Bahasa dan Kekuasaan, Dr. Zouhir Gabsi dari Australia Kupas Wacana Politik dan Agama
- Bahasa Arab dan Generasi Z: Ibaa Qudah Ajak Mahasiswa Humaniora Menjadi Pionir Literasi Digital Arab
Acara ini diikuti oleh mahasiswa semester 5 ke atas, yang kini tengah berada di fase krusial perkuliahan, mulai dari padatnya tugas, persiapan penelitian, hingga awal pembahasan skripsi. Melalui kegiatan ini, Prodi BSA berupaya memberikan pendampingan akademik secara intensif agar mahasiswa mampu mengelola waktu, memantapkan arah belajar, serta menyiapkan langkah menuju kelulusan dengan percaya diri dan terarah.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Humaniora, Dr. Galuh Nur Rohmah, pimpinan Program Studi, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd. (Kaprodi BSA), CDR. Moh. Zawawi, M.Pd. (Sekprodi BSA) dan Maulana Muhammad Fikri, M.Hum., alumni sekaligus penerima beasiswa studi lanjut di Turki.

Dalam sambutannya, Dr. Galuh memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Prodi BSA dalam menggelar kegiatan ini.
“Program seperti ini sangat strategis karena membantu mahasiswa memahami posisi mereka dalam perjalanan akademik. BSA telah menunjukkan komitmennya untuk memastikan mahasiswa mendapat bimbingan yang berkelanjutan, agar proses belajar mereka tidak hanya lancar, tetapi juga bermakna hingga tahap akhir studi,” ungkapnya.
Dr. Galuh juga menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kedisiplinan, komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara studi dan kegiatan non-akademik.

Sementara itu, Kaprodi BSA, Dr. Abdul Basid, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi dalam memberikan pelayanan akademik yang optimal bagi mahasiswa.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa BSA memiliki arah belajar yang jelas dan tidak tersesat di tengah jalan akademik. Melalui Student Academic Mastery Program ini, kami membekali mereka dengan strategi belajar yang realistis, cara berkomunikasi efektif dengan dosen pembimbing, serta tips menyelesaikan tugas akhir tepat waktu,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung santai namun penuh makna, para narasumber berbagi pengalaman praktis seputar pengelolaan waktu, penyusunan karya ilmiah, hingga menjaga keseimbangan antara kuliah, organisasi, dan kehidupan pribadi. Maulana Muhammad Fikri juga menuturkan pengalamannya menempuh studi di luar negeri, yang menginspirasi peserta untuk menyiapkan diri lebih baik menghadapi dunia akademik global.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi Bahasa dan Sastra Arab menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi mahasiswa agar mampu menuntaskan studi dengan baik dan tepat waktu. Lebih dari sekadar kegiatan akademik, Student Academic Mastery Program menjadi refleksi nyata dari semangat Humaniora dalam membentuk generasi intelektual yang disiplin, komunikatif, dan siap melangkah menuju masa depan dengan penuh keyakinan. (al)





