MIU Login

Peserta Internasional Borong Kemenangan di Folk Games I-YES 2025, Tawa dan Semangat Warnai Kompetisi

HUMANIORA – (28/10/2025) Hari kedua pelaksanaan International Youth Enhance Study (I-YES) 2025 berlangsung semakin meriah melalui agenda Folk Games yang digelar di depan Mabna Al-Ghazali, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (28/10). Derai tawa dan tepuk tangan riuh mengiringi setiap permainan tradisional yang dipertandingkan, mulai dari estafet kelereng, estafet tampah, paku dalam botol, estafet sarung, estafet bola pingpong, hingga balap bakiak.

Baca juga:

Menariknya, keseruan tidak hanya datang dari persaingan antarregu, tetapi juga dari kegembiraan peserta—terutama para pemenang lomba yang membawa pulang hadiah sekaligus pengalaman tak terlupakan.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Omar, mahasiswa asal Mali, Afrika Barat, yang dianugerahi gelar Best Participant (Peserta Terheboh). Ia tampil penuh ekspresi dan totalitas sepanjang permainan.

“Alhamdulillah sangat senang karena hari ini kita senang-senang dan alhamdulillah menang banyak. Banyak hadiahnya juga, biskuit dan lain-lain, bersama teman-teman baik nasional maupun internasional. Dari banyak game, yang paling saya suka adalah bakiak!” ujarnya dengan antusias.

Tak ketinggalan, Khosiyat Sultonova dari Tajikistan menunjukkan aksi lincah dalam lomba estafet sarung hingga berhasil meraih juara pertama.

“Saya sangat senang, ini seru sekali! Saya jadi tahu permainan tradisional Indonesia itu menyenangkan dan mengajarkan kerja sama,” ungkapnya setelah menerima hadiah.

Selain itu, Bilal Waheed, peserta asal Pakistan, sukses membawa regunya meraih kemenangan pada estafet tampah. Ia menyebut bahwa strategi dan kerja sama tim menjadi kunci utama.

“Permainannya unik dan sangat menantang. Kami harus benar-benar kompak agar tampah tidak jatuh. Saya bangga bisa berkontribusi untuk tim dan merasakan budaya Indonesia secara langsung,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kemenangan para peserta internasional ini tidak hanya memperlihatkan semangat sportif mereka, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa permainan tradisional mampu menyatukan keberagaman budaya yang hadir dalam I-YES 2025.

Dengan wajah-wajah penuh tawa dan pelukan persahabatan di akhir kompetisi, Folk Games menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari hal sederhana—termasuk permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun.

Hari kedua I-YES 2025 pun ditutup dengan kesan mendalam bagi seluruh peserta, terutama mereka yang mendapatkan lebih dari sekadar hadiah: pengalaman budaya yang hangat dan persahabatan tanpa batas negara. (thb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait