MIU Login

Parade Budaya dan Simfoni Nusantara Meriahkan Opening I-YES 2025

HUMANIORA – (27/10/2025) Pembukaan International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2025 di Fakultas Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, berlangsung megah, penuh warna, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu undangan. Kolaborasi seni yang ditampilkan mahasiswa berhasil menjadikan momen ini sebagai panggung diplomasi budaya yang mengangkat ragam identitas Nusantara ke hadapan dunia.

Baca juga:

Acara pembukaan yang digelar di Aula Rektorat Kampus 1 pada Senin (27/10) itu disambut antusias para peserta internasional. Sejak tirai acara dibuka, tepuk tangan dan sorak tak henti terdengar menghiasi setiap segmen pertunjukan.

Agenda pembukaan diawali dengan Parade Lagu Nusantara dan Fashion Show Busana Adat Indonesia. Senyuman bangga terpancar dari para penampil dan penonton saat busana adat dari Sabang hingga Merauke melenggang penuh karisma, diiringi lantunan lagu daerah yang menggugah jiwa nasionalisme.

Penampilan dilanjutkan oleh komunitas seni “Srikandi Humaniora” dengan tarian kolaboratif “Indonesia Menari”. Perpaduan ragam tarian Saman, Piring, Gantar, dan lainnya menguatkan pesan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan Indonesia dalam membangun persatuan.

Panggung semakin hidup ketika Simfoni Indonesia Raya berpadu dengan musikalisasi puisi. Suara instrumen yang bergema harmonis dan pembacaan puisi bernada patriotik menciptakan suasana yang mengharukan dan membangkitkan kecintaan terhadap tanah air.

Sebagai penutup, seluruh talent tampil bersama dalam selebrasi gembira. Panggung budaya Nusantara itu ditutup dengan lagu fenomenal “Tabola Bale” yang sukses mengajak seluruh hadirin ikut bernyanyi dan menari bersama, mencairkan batas antarbahasa dan negara.

“Penampilan ini bukan hanya hiburan, melainkan diplomasi budaya yang menunjukkan keindahan Indonesia kepada dunia,” ungkap salah satu panitia I-YES 2025.

Kemeriahan pembukaan ini menjadi simbol kuat dari kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebangsaan mahasiswa Fakultas Humaniora. Melalui seni, mereka menyampaikan pesan bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan jembatan menuju perdamaian global yang sejalan dengan misi besar I-YES 2025 sebagai ruang temu budaya dunia. (asf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait