MIU Login

Dunia Kerja Semakin Kompetitif, Eva Wardhani Beberkan Strategi Lolos Seleksi Karier

HUMANIORA – (11/11/2025) Masih dalam sesi Workshop Pengembangan Karier Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bertajuk “The Next Level of Ulul Albab: Menyongsong Karier di Era Digital,” kali ini HRGA Manager di industri dairy nasional, Eva Yuliana Ari Wardhani, berbagi pengalamannya tentang wawasan dan strategi untuk menghadapi dunia kerja digital yang semakin kompetitif.

Baca juga:

Dalam sesi bertajuk “Career Preparation for Gen Z,” Eva yang mempunyai pengalaman lebih dari 13 tahun di bidang manajemen sumber daya manusia mengajak mahasiswa untuk menyelami realitas ketatnya persaingan dunia kerja saat ini. Ia menekankan bahwa ijazah kini bukan lagi satu-satunya ukuran kesiapan karier. Sebaliknya, dunia kerja menuntut kemampuan menunjukkan hasil nyata, ketangguhan mental, fleksibilitas, dan kemampuan untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan dinamika industri.

“Sekarang bukan lagi soal siapa yang punya nilai terbaik, tapi siapa yang paling siap beradaptasi dan bisa menunjukkan bukti kompetensi lewat hasil nyata,” tegas Eva.

Eva memaparkan bahwa era digital telah mempercepat siklus keterampilan—yang kini hanya bertahan efektif selama enam hingga dua belas bulan. Kondisi ini menuntut lulusan baru untuk konsisten mengembangkan diri, membangun growth mindset, serta memiliki kebiasaan belajar yang berkelanjutan. Ia juga memperkenalkan konsep antifragile habits, yaitu kemampuan bukan hanya bertahan dalam tekanan, tetapi tumbuh lebih kuat melalui tantangan dan perubahan. “Hari ini, bukan hanya skill yang dicari perusahaan. Kandidat harus mampu menunjukkan hasil, cara bekerja, dan pola pikir yang adaptif,” ujarnya.

Selain itu, Eva menyoroti kebutuhan generasi muda untuk mempelajari problem framing, yaitu kemampuan mendefinisikan masalah secara tepat sebelum mencari solusi. Menurutnya, di tengah kehadiran teknologi canggih termasuk kecerdasan buatan, peran manusia justru semakin penting sebagai penentu arah dan relevansi penyelesaian masalah. “Mesin bisa membantu memberi solusi, tetapi manusia menentukan masalah yang benar untuk diselesaikan,” jelasnya.

Suasana workshop berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai strategi menghadapi proses rekrutmen, membangun career roadmap, hingga menggali potensi diri untuk merumuskan Career DNA masing-masing. Antusiasme peserta menunjukkan kesadaran bahwa dunia kerja menuntut kesiapan lebih dari sekadar kemampuan akademik, melainkan juga kecakapan sosial, karakter kuat, dan etos belajar yang konsisten.

Melalui program ini, Fakultas Humaniora menegaskan misi strategisnya untuk mencetak lulusan yang bukan hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan visioner dalam menghadapi dinamika era digital. Dengan bekal kesiapan seperti ini, mahasiswa Humaniora diharapkan mampu tampil sebagai talenta unggul yang siap berkontribusi nyata bagi dunia kerja dan masyarakat luas. (unr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait