HUMANIORA – (9/9/2025) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan studi banding dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum Banyuanyar. Fokus kunjungan ini diarahkan pada Komunitas Eljidal, komunitas unggulan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang telah dikenal luas sebagai wadah pembinaan kemampuan bahasa Arab sekaligus penghasil prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Rombongan dari STAI Darul Ulum Banyuanyar hadir dengan antusias, didorong oleh rasa ingin tahu sekaligus kekaguman terhadap kiprah Eljidal. Mereka ingin menggali lebih dalam bagaimana komunitas ini dibangun, bagaimana sistem pembinaan berjalan, serta bagaimana semangat belajar dan kebersamaan dipupuk hingga mampu melahirkan banyak capaian gemilang.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Eljidal, Raihan Fauzi.
“Kami sangat senang dengan kunjungan teman-teman dari STAI Darul Ulum. Semoga forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi kita semua,” ujarnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Humaniora, Ibu Galuh, turut memberikan apresiasi terhadap semangat kolaborasi yang terjalin.

“Eljidal merupakan komunitas yang konsisten memberi kontribusi besar dalam raihan prestasi mahasiswa Fakultas Humaniora. Studi banding ini menjadi momentum penting untuk saling belajar, membuka jejaring, sekaligus peluang kolaborasi ke depan,” tegasnya.
Salah satu sesi utama yang paling dinantikan adalah pemaparan dari pembina Eljidal, Ustadz Anwar Masadi. Dalam paparannya, beliau menguraikan bagaimana sistem komunitas Eljidal dikelola secara berkesinambungan, mulai dari proses rekrutmen anggota, pembinaan internal, hingga strategi mengikuti kompetisi. Ia juga menekankan peran kekeluargaan yang kuat sebagai fondasi komunitas.
“Eljidal bukan sekadar wadah untuk belajar dan mencetak prestasi, melainkan juga keluarga besar. Semua anggota saling mendukung, bahkan para alumni tetap aktif terlibat memberikan motivasi dan pendampingan,” jelasnya.
Diskusi berlangsung akrab dan penuh antusiasme. Delegasi STAI Darul Ulum merasa terinspirasi dengan pengalaman dan pola pembinaan yang dibagikan oleh Eljidal.
“Kami merasa sangat disambut hangat. Mendengar langsung pengalaman Eljidal menjadi motivasi besar bagi kami untuk membangun komunitas serupa di kampus kami,” ungkap salah satu perwakilan STAI Darul Ulum Banyuanyar. Kunjungan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, ramah tamah, serta pertukaran cenderamata. Lebih dari sekadar kunjungan, kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat silaturahmi akademik sekaligus menjajaki kolaborasi antara kedua lembaga di masa mendatang. (na)





