HUMANIORA – (31/10/2025) Puncak kemeriahan acara International Youth Enhancing Study (I-YES) 2025 yang digelar Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diwarnai dengan momen istimewa: pemberian penghargaan kepada para peserta terbaik yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan semangat luar biasa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang jatuh kepada Oumar Bagayoko dari Mali.
Baca juga:
- WR 3 Apresiasi Humaniora: Ini Virus Positif yang Harus Ditularkan
- Performa Peserta I-YES 2025 Hebohkan Panggung di Ruang Teater Humaniora
Sementara itu, ada enam peserta internasional yang juga dinobatkan menyandang gelar Best Participant di berbagai kategori yang mencerminkan kekayaan budaya, seni, dan semangat kolaborasi lintas negara.

Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh jajaran dekanat Fakultas Humaniora pada acara penutupan di ruang teater lantai 3, Jumat (31/10). Riuh tepuk tangan mengiringi pengumuman nama-nama pemenang yang dinilai telah menampilkan performa dan kontribusi luar biasa selama program berlangsung.
- Indonesian Insight Award – Rizwan Khan (India)
Rizwan Khan berhasil meraih penghargaan Indonesian Insight Award berkat ketertarikannya yang mendalam terhadap budaya dan sejarah Indonesia. Dalam setiap kegiatan, Rizwan tampak aktif bertanya dan berdiskusi, terutama saat kunjungan ke Museum Angkut dan Museum Mpu Purwa. Ia juga kerap mencatat hal-hal unik tentang kehidupan masyarakat lokal.
“Indonesia punya energi budaya yang luar biasa. Saya belajar bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan yang menyatukan,” ujar Rizwan dengan semangat. - Cultural Diversity Award – Oumar Bagayoko (Mali)
Sebagai peserta yang dikenal ekspresif dan penuh semangat, Oumar Bagayoko tampil menonjol dalam berbagai kegiatan yang menonjolkan nilai keberagaman. Ia tak hanya menunjukkan keterampilan seni, tetapi juga menjadi penggerak dalam menumbuhkan semangat kolaboratif di antara peserta dari berbagai negara. Penampilannya yang energik dalam Dance Performance menjadi salah satu momen paling berkesan di panggung I-YES 2025. - Folk Music Award – Farooq Ali (Yaman)
Keindahan suara dan penghayatan yang kuat membuat Farooq Ali berhasil menyabet penghargaan Folk Music Award. Dalam penampilan musiknya, ia membawakan lagu-lagu dengan lirik puitis yang menggambarkan semangat persaudaraan dan kedamaian. Farooq juga tampil memukau dalam kolaborasi pembacaan puisi berbahasa Indonesia bersama peserta dari Indonesia, menunjukkan kemampuannya mengapresiasi bahasa dan seni lintas budaya. - Batik Class Award – Khosiyat Sultonova (Tajikistan)
Kecermatan dan kreativitas Khosiyat dalam mengolah motif batik membuatnya dinobatkan sebagai peserta terbaik di sesi Batik Class and Workshop. Ia menunjukkan ketelatenan tinggi dalam menggabungkan warna dan pola dengan teknik jumputan dan mencanting. Karya batiknya bahkan mendapat pujian langsung dari instruktur, Fikrah Ryanda Saputra, karena memiliki sentuhan simbolis yang mencerminkan harmoni antara budaya Tajikistan dan Indonesia. - Folk Dance Award – Oumar Bagayoko (Mali)
Tak hanya di bidang keberagaman, Oumar juga menorehkan prestasi ganda dengan meraih Folk Dance Award. Gerakannya yang dinamis dan penuh ekspresi saat mempelajari Tari Grebeg Sabrang mencuri perhatian para pelatih dan peserta lainnya. Ia berhasil mengombinasikan semangat tradisional dengan gaya khas Afrika, menampilkan interpretasi yang unik dan menghibur. - School Visit Award – Omary Ahmed Mohamed (Tanzania)
Omary tampil memukau saat sesi Cross Cultural Sharing di MTs Ma’arif Singosari. Dengan mengenakan busana tradisional khas Tanzania, ia memperkenalkan budaya negaranya lewat tarian dan cerita rakyat yang memikat perhatian para siswa. Aksinya yang interaktif dan penuh semangat membuat suasana kelas menjadi hidup dan berkesan bagi semua yang hadir.
“Saya merasa bangga bisa membawa sepotong budaya dari rumah saya ke sini, dan melihat betapa anak-anak di Indonesia begitu terbuka untuk belajar tentang dunia,” tuturnya.
Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Fakultas Humaniora atas dedikasi dan partisipasi aktif para peserta yang telah menjadikan I-YES 2025 bukan sekadar ajang pertukaran budaya, tetapi juga ruang tumbuhnya persahabatan global.

“Keenam peserta terbaik ini adalah simbol semangat I-YES — belajar, berbagi, dan menghargai keberagaman dunia,” ujar salah satu panitia, menutup sesi penghargaan dengan penuh kebanggaan.
Dengan penghargaan ini, I-YES 2025 tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga menegaskan peran Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai ruang dialog budaya internasional yang menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian global. (al)





