MIU Login

Semarak Penutupan I-YES 2025: Panggung Persahabatan Global di Humaniora

HUMANIORA – (31/10/2025) Jumat (31/10) menjadi hari penuh makna di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Setelah melalui rangkaian kegiatan inspiratif selama sepekan, International Youth Enhancing Study (I-YES) 2025 resmi ditutup dengan suasana meriah dan haru di ruang teater lantai 3 Fakultas Humaniora. Acara penutupan ini tidak sekadar menjadi akhir dari program internasional tahunan tersebut, tetapi juga simbol dari eratnya persahabatan lintas budaya yang terjalin di antara para peserta dari berbagai negara.

Baca juga:

Kemeriahan dimulai dengan Dance Performance kolaboratif yang memukau. Delapan peserta internasional—Demitila Okola Opetu, Oumar Bagayoko, Omary Ahmed Mohamed, Prince Sheku Tongos Marah, Heba Salah Ahmed Soliman, Irakiza Gideon Ideon, dan Abdulhamid Hilal Kabir—berpadu energik bersama peserta dari Indonesia, Amelia Resti Iffadah dan Kakha Rian Ghifari. Gerakan mereka yang dinamis diiringi instrimen Waka-waka yang penuh semangat menggambarkan harmoni dan keberagaman yang menjadi semangat utama I-YES.

Tidak kalah mengesankan, dua peserta, Islam Abdalla Mohamed Ahmed dari Sudan dan Bian Abulraheem Motea Alaqab dari Yaman, menampilkan pembacaan puisi berbahasa Arab yang sarat makna. Suasana ruang teater seketika berubah menjadi khusyuk dan penuh keindahan sastra. Dipandu oleh dua MC muda berbakat, Yoga Ardiansah dan Ida Masayu Putri, acara berlangsung hangat dan mengalir dengan nuansa kebersamaan.

Deretan penampilan-penampilan berikutnya tak kalah memikat: mulai dari nyanyian, tari, hingga pembacaan puisi dari berbagai negara, semuanya menciptakan momen yang menggugah dan membekas di hati para penonton. Riuh tepuk tangan dan sorak kagum terus terdengar, menandai betapa kuatnya semangat kebersamaan di antara para peserta lintas budaya tersebut. Usai pertunjukan, acara berlanjut dengan sesi pemberian sertifikat oleh segenap pimpinan Universitas, Fakultas, serta segenap sponsorship kepada seluruh peserta I-YES 2025.

Salah satu momen yang mengharukan adalah saat diputarnya video dokumentasi Humaniora I-YES 2025. Tayangan berdurasi enam menit itu menghadirkan kembali kenangan selama program berlangsung: tawa, kerja sama, hingga perjumpaan lintas budaya yang menyatukan para peserta dalam semangat global citizenship. Beberapa peserta tampak tersenyum haru saat menyaksikan potongan momen kebersamaan mereka di layar lebar.

Sebagai bentuk penghargaan, panitia juga menyerahkan piagam apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya pelaksanaan I-YES 2025. Suasana penutupan pun semakin hangat ketika seluruh peserta dan panitia bergandengan tangan dalam doa penutup, simbol rasa syukur atas perjalanan yang penuh pelajaran dan persahabatan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang semarak. Tawa, pelukan, dan salam perpisahan menjadi bukti nyata bahwa I-YES bukan sekadar program akademik, melainkan ruang persaudaraan global yang menumbuhkan nilai-nilai toleransi, kolaborasi, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Dengan berakhirnya I-YES 2025, Fakultas Humaniora kembali menegaskan perannya sebagai pelopor diplomasi budaya dan pendidikan internasional. Di balik seluruh kegiatan, tersimpan harapan besar: agar semangat kebersamaan lintas bangsa ini terus tumbuh dan menginspirasi generasi muda untuk membangun dunia yang lebih damai dan berempati. (unr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait