MIU Login

Belajar Tari Tradisional, Peserta I-YES Rasakan Kebanggaan Berbudaya Indonesia

HUMANIORA – (29/10/2025) Suasana antusias dan gelak tawa mewarnai rangkaian kegiatan International Youth Enhancing Study (I-YES) 2025 di Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Memasuki hari ketiga penyelenggaraan, Rabu (29/10), para peserta internasional mengikuti kelas budaya Building Practice Traditional Dance yang dikemas dalam sesi Cultural Class: Folk Dance.

Baca juga:

Kegiatan yang dibimbing pelatih tari profesional dan dipandu oleh tim tari Srikandi ini digelar di Museum Mpu Purwa, Lowokwaru, Kota Malang yang merupakan sebuah situs bersejarah yang menyimpan ragam koleksi cagar budaya.

Lingkungan museum yang kental dengan nuansa sejarah tersebut menjadi latar yang tepat bagi peserta internasional untuk memahami lebih dekat kekayaan budaya Indonesia.

Pada kesempatan ini, mereka mempelajari Tari Grebeg Sabrang, sebuah tarian tradisional yang mengandung nilai filosofis terkait kisah perlawanan pasukan Jawa terhadap musuh dari seberang lautan. Gerakannya yang ekspresif dan mengandung unsur humor membuat suasana latihan semakin hidup.

“Ini luar biasa! Saya baru pertama kali belajar tari tradisional Indonesia, bangga rasanya,” ujar Oemar, peserta asal Mali dengan senyum lebar, usai mencoba beberapa rangkaian gerakan.

Keseruan semakin terasa ketika sejumlah peserta salah langkah, memicu sorak dan tawa ringan yang mempererat keakraban di antara mereka. Meski berasal dari berbagai negara, mereka tampak kompak mengikuti irama dan instruksi yang diberikan.

Selama sesi berlangsung, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mempraktikkan gerakan dasar tarian. Masing-masing kelompok kemudian menampilkan versi mereka sendiri dengan penuh semangat. Gerakan yang awalnya terasa asing, perlahan menjadi sebuah ekspresi kebersamaan dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seni tradisi lokal.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi edukatif, tetapi juga sarana pelestarian budaya sekaligus bentuk pertukaran kebudayaan lintas negara. Melalui tari, peserta I-YES 2025 belajar bahwa budaya Indonesia tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga memiliki makna mendalam saat dipraktikkan dan dihayati bersama.

Dengan paduan pengalaman belajar langsung, sejarah museum, serta interaksi persahabatan internasional, sesi pengenalan Tari Grebeg Sabrang ini menunjukkan bahwa seni mampu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai bangsa dalam satu semangat: mencintai dan merayakan keberagaman budaya. (afs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait