HUMANIORA – (27/10/2025) Pembukaan Humaniora International Youth-Enhancing Study (I-YES) 2025 di ruang teater kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung hangat dan penuh semangat lintas budaya. Dekan Fakultas Humaniora, Prof. Dr. H. M. Faisol, M.Ag., tampil memberi sambutan dengan pesan yang kuat mengenai pentingnya internasionalisasi berbasis nilai kemanusiaan dan budaya.
Baca juga:
- WR 1 Tekankan Pentingnya Internasionalisasi Kampus dalam Pembukaan Humaniora I-YES 2025
- Ketua Panitia I-YES 2025: Satukan Budaya, Wujudkan Perdamaian Global
Di hadapan 30 peserta dari berbagai negara, Prof. Faisol memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan berskala internasional ini mulai dari panitia, civitas akademika, hingga mitra eksternal yang memberikan dukungan penuh.
“Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi seluruh pihak. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan Fakultas Humaniora dalam menghadirkan program akademik yang bernilai global,” ujarnya.
Pada momen tersebut, Prof. Faisol juga membacakan bait-bait pantun yang menambah suasana pembukaan semakin hangat dan inspiratif. Pesan yang terkandung dalam pantun itu menekankan bahwa Humaniora adalah rumah keilmuan yang menjunjung cinta budaya dan perdamaian.

“Fakultas Humaniora berkomitmen untuk menjadi pusat dialog antarbudaya dan pengembangan nilai-nilai perdamaian dunia. Melalui I-YES, kita membuktikan bahwa ilmu humaniora dapat menjadi fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat global yang harmonis,” tambahnya.
Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global, sembari memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Dengan semangat global citizenship yang digaungkan, kehadiran peserta internasional menjadi wujud rekognisi dunia terhadap kapasitas akademik Fakultas Humaniora.
Faisol berharap, pelaksanaan I-YES 2025 tidak hanya memperkuat jejaring internasional, namun juga membentuk kesadaran nilai pada generasi muda bahwa bahasa dan budaya memiliki peran signifikan dalam menciptakan harmoni global.
Suasana kebersamaan, pertukaran gagasan, hingga pengalaman melintasi batas-batas negara diharapkan mampu menumbuhkan para mahasiswa menjadi agen perdamaian yang menjunjung nilai kemanusiaan universal.
“Bersama Humaniora menuju dunia,” tutup Faisol penuh optimisme.
Dengan berakhirnya sesi pembukaan, I-YES 2025 resmi dimulai dengan menghadirkan dialog budaya dari Malang untuk dunia. (unr)





