HUMANIORA – (23/10/2025) Suasana Lobi Utama Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendadak berubah menjadi panggung seni penuh semangat dan tawa. Dalam rangkaian Humaniora Academic Expo 2025, ajang Lomba Menyanyi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sukses memeriahkan kegiatan dengan penampilan spektakuler dari para mahasiswa bertalenta, Kamis (23/10), di Kampus Utama Jl. Gajayana, Malang.
Baca juga:
- Fakultas Humaniora Gelar Akademik Expo 2025 di Kampus 1, Disambut Meriah Mahasiswa
- 7 Dosen Humaniora Presentasikan Artikel di Konferensi Internasional TEFLIN 2025
Sebanyak 17 kontestan dari program studi Bahasa dan Sastra Arab dan Sastra Inggris tampil dengan percaya diri, mempersembahkan lagu-lagu pilihan yang dikemas dalam nuansa akademik namun tetap menghibur. Sorak-sorai penonton yang memadati area lobi menambah semarak suasana, menciptakan atmosfer kompetisi yang hangat dan penuh apresiasi.

Lomba ini menghadirkan jajaran dosen Fakultas Humaniora yang dikenal memiliki bakat dan kepedulian terhadap seni tarik suara sebagai dewan juri, yaitu Prof. Indah, Dr. Abdul Rohman, Mira Shartika, M.Pd., dan Mazroatul Islahiyah, M.Pd. Keempat juri memberikan penilaian dengan cermat, menyoroti aspek vokal, penghayatan, dan ekspresi panggung setiap peserta.
“Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang ekspresi yang mempertemukan bahasa, seni, dan budaya dalam harmoni. Mahasiswa Humaniora perlu terus diberi ruang seperti ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kreativitas,” ujar M. Anwar Mas’adi, M.A., selaku Ketua Pelaksana Academic Expo 2025.
Ia menambahkan bahwa kompetisi menyanyi ini menjadi bagian penting dari pembelajaran humaniora yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan kepekaan estetika dan emosional mahasiswa.
Dengan penampilan yang ekspresif, ajang Song Competition ini berhasil menunjukkan bahwa Fakultas Humaniora tidak hanya mencetak mahasiswa yang cakap berbahasa, tetapi juga berjiwa seni dan berbudaya.
Lomba Menyanyi Bahasa Arab dan Inggris ini menjadi bukti nyata bahwa Humaniora adalah rumah bagi harmoni antara intelektualitas, kreativitas, dan seni yang menjadi sebuah ruang di mana bahasa bukan hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dirasakan dan diekspresikan. (unr)





