MIU Login

Expo Budaya 2025: Mahasiswa Humaniora Eksplorasi Bahasa, Kuliner, dan Tradisi Nusantara


HUMANIORA – (21/10/2025) Suasana Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tampak semarak pada hari kedua Humaniora Academic Expo 2025. Sepanjang lorong lobi gedung Ar-Rahim, puluhan stan berdiri menawan dengan dekorasi khas berbagai daerah di Indonesia. Mahasiswa tampil kreatif menampilkan budaya lokal dari Malang, Lamongan, Madura, NTB, hingga Papua.

Baca juga:

Setiap stan tidak hanya memamerkan ornamen dan kuliner khas, tetapi juga memperkenalkan budaya yang diwakilinya melalui presentasi interaktif. Menariknya, semua peserta diwajibkan menggunakan bahasa asing sesuai program studi masing-masing: Bahasa Arab untuk mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab, dan Bahasa Inggris untuk mahasiswa Sastra Inggris. Cara ini menegaskan karakter multilingual mahasiswa Fakultas Humaniora sekaligus menghadirkan suasana belajar yang hidup dan aplikatif.

Kategori Lomba Expo Budaya ini lahir dari semangat inovasi pembelajaran bahasa di Fakultas Humaniora. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran alternatif yang memadukan unsur budaya dan bahasa dalam satu ruang kreatif. Melalui pameran budaya, mahasiswa berlatih kemampuan kalam atau speaking, dengan mempresentasikan produk dan budaya yang mereka tampilkan secara langsung di hadapan pengunjung dan dewan juri.

Salah satu stan yang mencuri perhatian pengunjung adalah stan kuliner khas Papua yang digarap oleh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris. Mereka menampilkan beragam hidangan unik seperti sambal roa, kue lontar, dan es cendol sagu. “Kami antusias mempersiapkan lomba ini. Selain menantang, kami juga jadi belajar banyak tentang kuliner dan budaya dari Papua,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.

Sementara itu, Nia, salah satu pengunjung expo, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Menyenangkan sekali ada lomba seperti ini. Kita bisa mengenal budaya-budaya dari Indonesia sendiri. Misalnya, kami yang kebagian daerah Makassar dan Lamongan jadi tahu lebih dalam tentang tradisi dan makanannya. Saya harap lomba ini terus diadakan supaya kita tidak gagap dengan budaya kita sendiri,” ujarnya.

Melalui Expo Budaya 2025, Fakultas Humaniora kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan berkarakter. Tidak sekadar lomba, kegiatan ini menjadi jembatan pembelajaran lintas bahasa dan budaya—tempat mahasiswa belajar memahami dunia melalui cita rasa dan keindahan tradisi. (unr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait