HUMANIORA – (21/10/2025) Kemeriahan Humaniora Academic Expo 2025 masih terasa semarak di hari kedua, Selasa (21/10). Lorong gedung Ar-Rahim kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipenuhi warna, musik, dan semangat mahasiswa yang menampilkan kreativitas dalam berbagai lomba. Salah satu kegiatan yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah Kirab Maskot Budaya, ajang yang memadukan unsur seni, bahasa, dan identitas budaya.
Baca juga:
- Meriah! Hari Pertama Academic Expo 2025 Hadirkan Lomba Akademik Penuh Semangat
- Buka Fesbud 2025, Dekan Humaniora, Dekan Humaniora: Budaya adalah Fitrah dan Cermin Nilai Kemanusiaan
Acara kirab dimulai sejak pagi. Ratusan mahasiswa Fakultas Humaniora dari berbagai angkatan (2022, 2023, hingga 2024) turut berpartisipasi dalam long march sejauh setengah kilometer. Barisan peserta bergerak dari gapura utama kampus 3 menuju halaman gedung Ar-Rahim, membawa serta maskot-maskot hasil kreasi mereka yang menggambarkan kekayaan budaya dunia.

Tahun ini, tema Maskot Budaya menampilkan dua warna besar yang mewakili dua program studi di Fakultas Humaniora: “Western Culture” untuk Program Studi Sastra Inggris dan “Arabic Culture” untuk Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Setiap kelompok menampilkan maskot dengan gaya dan identitas khas masing-masing, ada yang mengenakan busana tradisional Arab yang megah, ada pula yang tampil dengan sentuhan Eropa klasik yang elegan. Kreativitas para mahasiswa menjadikan suasana kampus hidup dan penuh makna.

Tidak hanya sekadar pawai, kegiatan ini juga dirangkai dengan sesi presentasi filosofi maskot. Dalam sesi ini, setiap kelompok memaparkan makna di balik desain maskot mereka di hadapan dewan juri. Menariknya, mahasiswa dari Sastra Arab mempresentasikan dalam Bahasa Arab, sementara mahasiswa Sastra Inggris menggunakan Bahasa Inggris. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas artistik, tetapi juga menjadi sarana nyata dalam melatih kemampuan berbahasa asing secara komunikatif dan kontekstual.

Lomba Maskot Budaya menjadi ajang untuk menyalurkan ide, memperkuat identitas keilmuan, sekaligus meneguhkan semangat multikulturalisme di lingkungan Fakultas Humaniora. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa budaya bukan sekadar simbol, melainkan juga bagian dari proses pembelajaran yang mendalam tentang nilai, ekspresi, dan makna kehidupan manusia.
Kirab Maskot Budaya tahun ini tidak hanya memeriahkan suasana Humaniora Academic Expo 2025, tetapi juga menegaskan bahwa Fakultas Humaniora terus berkomitmen menjadikan budaya dan bahasa sebagai jembatan pengetahuan serta sarana pembentuk karakter global bagi para mahasiswanya. (unr)





