MIU Login

I-TALK 2025: Dekan Humaniora Tekankan Urgensi Komunikasi untuk Multikulturalisme

HUMANIORA – (22/9/2025) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kembali menghadirkan program unggulan International Expert Talk (I-TALK) Series, Senin pagi, 22 September 2025. Acara ini diikuti ratusan mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) serta Sastra Inggris yang memenuhi ruang teater lantai 3 Fakultas Humaniora.

Baca juga:


Daya tarik utama kegiatan ini adalah kehadiran Prof. Dr. Azhar Ibrahim dari Department of Malay Studies, National University of Singapore (NUS). Akademisi ternama dengan reputasi internasional ini hadir memberikan pemaparan serta mentoring langsung kepada mahasiswa. Kehadirannya tidak hanya membuka cakrawala baru, tetapi juga memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa, khususnya dalam bidang sastra, budaya, dan pemikiran tokoh ulama.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol. Dalam sambutannya, Dr. Faisol menekankan bahwa tema “Communication for Social Transformation and Multiculturalism” yang diangkat kali ini memiliki signifikansi besar, terutama bagi bangsa Indonesia yang dikenal memiliki ribuan budaya, etnis, dan bahasa. Menurutnya, masyarakat Indonesia sejak kecil sudah ditempa dalam suasana pluralitas, sehingga kemampuan berkomunikasi lintas budaya menjadi bagian alami dari kehidupan sehari-hari.

Dr. Faisol juga menegaskan, banyak teori komunikasi yang berkembang di dunia justru mengambil sampel dari realitas masyarakat Indonesia. Ia mencontohkan adanya kontestasi teori komunikasi global, termasuk yang tertuang dalam buku The Colonialisasi, yang berupaya menolak dominasi teori Barat dan melahirkan perspektif baru yang kini menjadi rujukan dunia. “Indonesia telah lama menjadi laboratorium hidup bagi studi komunikasi. Karena itu, mahasiswa kita harus menyadari potensi besar yang ada di dalam diri bangsa ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi kehadiran Prof. Dr. Azhar Ibrahim dari National University of Singapore (NUS) sebagai narasumber utama, yang dinilai mampu membuka cakrawala mahasiswa dalam bidang sastra, budaya, dan pemikiran tokoh ulama. “Acara ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa untuk tampil percaya diri di kancah global,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya I-TALK Series, Fakultas Humaniora semakin meneguhkan perannya sebagai rumah akademik yang terus mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, berjejaring global, dan siap mengambil peran strategis dalam menghadapi dinamika zaman. (al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait