HUMANIORA – (5/8/2026) Penguatan tata kelola menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong akselerasi reputasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. Zainal Habib, M.Hum., saat memberikan pengarahan dalam Sharing Session bersama sivitas akademika Fakultas Humaniora, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, penguatan sistem pendukung, budaya mutu, serta inovasi di tingkat fakultas menjadi fondasi penting untuk mengantarkan UIN Malang mencapai target strategis dan memperkuat posisinya pada berbagai pemeringkatan perguruan tinggi dunia.
Baca juga:
Kegiatan yang berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Fakultas Humaniora, Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Humaniora, para ketua program studi, ketua unit, dosen, dan tenaga kependidikan. Forum ini menjadi ruang dialog sekaligus konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara pimpinan universitas dan fakultas dalam menghadapi Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam arahannya, Dr. Zainal Habib menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda koordinasi rutin, melainkan wadah untuk mendengarkan aspirasi, ide, dan gagasan dari sivitas akademika sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan universitas.
“Sharing session ini bukan hanya forum untuk menyampaikan kebijakan, tetapi juga ruang untuk mendengarkan berbagai aspirasi, ide, dan gagasan. Dari sinilah kita dapat menemukan ruang-ruang perbaikan yang menjadi dasar bagi penguatan tata kelola universitas ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selama ini telah menunjukkan capaian yang membanggakan melalui berbagai indikator kinerja, termasuk konsistensinya berada pada jajaran lima besar dalam sejumlah pemeringkatan perguruan tinggi, seperti Webometrics, Pemeringkatan EduRank & uniRank, dan Prestasi Riset dan Publikasi. Namun, capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui penguatan berbagai aspek pendukung di tingkat fakultas maupun universitas.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan reputasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh tata kelola yang baik, kelengkapan sarana dan prasarana, kualitas layanan, serta berbagai perangkat pendukung yang berkontribusi terhadap penilaian institusi.
“Perangkat-perangkat pendukung pemeringkatan perlu terus kita perhatikan. Semua unsur harus bergerak bersama agar mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja universitas. Kita memerlukan akselerasi untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan sehingga mampu mengantarkan UIN Malang menuju level yang lebih tinggi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Zainal Habib juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang telah dikembangkan Fakultas Humaniora. Menurutnya, berbagai langkah pembaruan yang dilakukan fakultas menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya akademik yang berkualitas dan adaptif terhadap perubahan.
Ia menilai inovasi yang dilakukan Fakultas Humaniora, mulai dari pengembangan kurikulum, penguatan kultur akademik, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia, merupakan praktik baik (best practice) yang layak menjadi inspirasi bagi fakultas-fakultas lain di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Saya melihat banyak inovasi yang telah dilakukan Fakultas Humaniora, mulai dari pembaruan kurikulum, penguatan kultur akademik, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Praktik-praktik baik seperti ini perlu ditularkan kepada fakultas lain sehingga terjadi transfer pengetahuan dan pengalaman yang dapat mempercepat peningkatan mutu universitas secara menyeluruh,” ungkapnya.
Selain penguatan tata kelola, ia juga menekankan pentingnya penyediaan sarana dan prasarana yang memadai sebagai bagian dari upaya mendukung proses akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai aktivitas kemahasiswaan. Menurutnya, lingkungan belajar yang didukung fasilitas yang baik akan menciptakan ekosistem akademik yang produktif dan mampu meningkatkan daya saing institusi.
Bagi Fakultas Humaniora, arahan tersebut menjadi penguatan terhadap berbagai langkah transformasi yang selama ini telah dijalankan. Pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi layanan, hingga penguatan budaya akademik merupakan bagian dari strategi fakultas dalam mendukung pencapaian target universitas.
Melalui forum ini, Fakultas Humaniora semakin mempertegas komitmennya untuk terus membangun tata kelola yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada mutu. Sinergi yang kuat antara pimpinan universitas dan fakultas diharapkan mampu mempercepat pencapaian sasaran strategis institusi sekaligus memperkuat posisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi di tingkat nasional maupun internasional. [sof/Infopub]





