Membangun Perekonomian yang Abadi

  • Admin Humaniora Written by Admin Humaniora
  • Update: 21/02/2012

Pemikiran Qaradhawi tentang perekonomian mencuat, diawali dengan peristiwa pro-kontra bunga bank yang marak di Mesir sekitar tahun 1989. Peristiwa ini mencapai puncaknya ketika dengan tiba-tiba Mufti Mesir Syaikh Muhammad Sayyid Tontowi menyatakan dalam sebuah keterangan persnya tentang halalnya bunga sertifikat investasi dan tabungan di bank-bank Mesir. Pernyataan yang dikeluarkan pada tanggal 8 September 1989 ini mengejutkan berbagai kalangan, terutama Dr. Qaradhawi yang telah memperingatkan Mufti beberapa kali tentang pendapatnya tersebut. Polemik ini pertama kali diangkat oleh Dr. al-Namir yang menulis pada salah satu media di Mesir tentang halalnya bunga bank.

Melihat kenyataan ini --sebagaimana yang dinyatakan pada sebuah seminar yang diadakan oleh Lembaga Ekonomi Islam di hotel Safir Dokki Kairo-- Qaradhawi menyayangkan berlarut-larutnya polemik ini yang sudah menghabiskan waktu selama seperempat abad, seharusnya menurut Qaradhawi kita tidak disibukkan dengan hal ini, tapi lebih memikirkan persoalan lain yang lebih mendesak, yaitu bagaimana menciptakan produk-produk jasa bank yang sesuai dengan syari’at Islam.

Bagi Qaradhawi persoalan bunga bank, tidak sekedar persoalan perbankan dan ekonomi saja. Namun lebih dari itu, persoalan ekonomi Islam adalah bagian dari obsesi besar Qaradhawi membumikan kembali syari’at Islam, serta menegakkannya kembali di dunia Islam setelah disingkirkan oleh hukum-hukum positif bikinan manusia dan yang diimpor dari perundang-undangan Eropa. Seperti yang ditulis dalam pembukaan buku Bai’u al-Murabahah, bunga bank bagi Qaradhawi adalah riba. Dasar yang dipakai Qaradhawi bukan hadits Nabi yang mengatakan: Kullu Qardhin jarra nafan wahuwa riba.

Karena hadits tersebut menurut Syaikh Ismail al-Ajluny pengarang buku Kasyfu-l-Khafa’, tidak ada dasarnya. Kemudian Justru Qaradhawi menggunakan ayat al-Qur’an surat al-Baqarah ayat: 278-279;

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. .... Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap tambahan atas modal adalah riba sedikit atau banyak. Maka setiap tambahan yang ditentukan sebelumnya sebagai imbalan atas perpanjangan waktu membayar adalah riba. Demikian juga dengan menentukan laba di muka dalam praktek perbankan berbunga dewasa ini, tidak ada bedanya dengan menentukan tambahan di muka atas piutang dalam praktek riba jahiliyah.

Qaradhawi menegaskan tidak ada maslahat yang didapat dari praktek bunga pada sistem bank riba untuk umat manusia. Beberapa pendapat yang menekankan ada manfaat dari praktek bunga bank ditolak Qaradhawi. Statemen yang menyatakan di mana ada maslahat maka disitulah syari’at Allah, menurut Qaradhawi itu benar. Akan tetapi khusus untuk masalah yang tidak dibahas yang memberi syari’at, dan memberi kesempatan bagi ulama untuk berijtihad. Tetapi jika permasalahan itu sudah ditentukan hukumnya, maka Yang Maha Pencipta, Yang Paling Arif untuk kebaikan makhluk ciptaan-Nya. Dari sudut pandang teori-teori ekonomi, Qaradhawimenegaskan hampir semua ahli filsafat, ekonomi dan politik menyatakan bahwa bunga banklah yang menjadi sumber krisis ekonomi yang dialami dunia. Dan perekonomian dunia tidak akan sehat selama bunga bank belum menjadi 0% atau dihapus sama sekali. Dalam realitas sejarahnya, ketika negara-negara Arab dan Islam mendapat pinjaman dengan bunga lunak. Banyak rakyat miskin malah menjadi korban dan dikorbankan. Yang kaya justru menjadi semakin kaya, yang kuat menjadi semakin kuat. Bank menciptakan kekuatan bagi konglomerat untuk mengembangkan usahanya tanpa modal, dengan menjadikan rakyat kecil yang banyak sebagai korban konsumerisme. Menurut Qaradhawi sejak kita bermuamalah dengan sistem riba, kita tidak pernah keluar dari kemiskinan dan kemunduran. Dan tidak menjadi mandiri dalam berbagai bidang mulai dari pertanian, industri, sipil militer dll. Bahkan kita masih merasakan kemarahan Allah yang dijanjikan bagi orang yang melakukan riba.

Seorang ahli ekonomi menjuluki riba sebagai penyakit aidsnya ekonomi. Suatu penyakit yang tidak punya penangkal dan sangat berbahaya. Seseorang yang terkena penyakit ini bukan hanya tidak bisa diobati, tetapi bahkan akan hancur dan mati.

Malapetaka hutang negara ketiga cukup sebagai bukti dahsyatnya sistem perbankan riba ini. Negara Mesir sendiri hutangnya mencapai 44 ribu juta dolar Amerika. Bunganya saja kalau dihitung 10 % adalah 4.400 juta dolar. Padahal banyak juga hutang dengan bunga lebih dari 10%. Kalau hutang itu tidak bisa dilunasi tahun ini berarti bunganya akan berlipat. Akhirnya dunia ketiga memiliki problema membayar bunga hutangnya atau apa yang disebut dengan “problema bunga hutang” negara-negara ketiga.

Keinginan Qaradhawi untuk memberikan konsep perbankan bebas bunga, tidak lepas dari keinginannya untuk mengangkat dunia ketiga yang notabene adalah negara-negara Islam dari lembah kemiskinan. Konsep Bank Bebas Bunga yang sekarang sudah terwujud di mana-mana, melahirkan sebuah revolusi besar dalam dunia perbankan. Penegasan Qaradhawi bahwa bunga bank adalah riba yang diharamkan syari’at, banyak didukung oleh para ulama muslim, bahkan boleh dibilang keputusan tersebut merupakan keputusan yang sangat menentramkan hati masyarakat muslim. M.A Mannan sendiri menyatakan bahwa al-Qur’an dan Sunnah yang merupakan dua sumber pokok hukum Islam melarang keras (mengharamkan pen.) adanya bunga karena kezalimannya (QS. al-Muzammil dan al-Baqarah). Menurutnya, menyebut riba dengan nama bunga tidak akan mengubah sifatnya, karena bunga adalah tambahan modal yang dipinjam, karena itulah ia adalah riba baik dalam jiwa maupun peraturan hukum Islam. Sebetulnya tidak ada perbedaan antara bunga dan riba. Islam dengan tegas melarang semua bentuk bunga betapapun hebatnya, dan meyakinkannya nama yang diberikan padanya. Tetapi dalam ekonomi kapitalis bunga adalah pusat berputarnya sistem perbankan. Dikemukakan bahwa tanpa bunga, sistem perbankan menjadi tanpa nyawa, dan seluruh ekonomi akan lumpuh. Sedangkan sistem Islam adalah kekuatan dinamis dan progresif yang jelas dapat dibuktikan bahwa konsep Islam tentang suatu sistem perbankan bebas bunga lebih unggul dari perbankan modern.

Dawam Rahardjo menjelaskan bahwa maraknya riba dalam kehidupan umat manusia meskipun telah berkali-kali dinyatakan terlarang, tidak terlepas dari peran yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, yaitu seperti yang telah disinyalir oleh al-Qur’an: “Mereka merintangi banyak orang dari jalan Allah”, seperti pada ayat sebelumnya,yaitu ayat 160. Ayat 161 disebut pula, bahwa mereka itu, dengan mempraktekkan riba sebenarnya mereka melakukan perbuatan “menelan harta manusia secara bathil”.

Dalam sejarah Eropa abad pertengahan (sekitar tahun 900-1000 M), orang-orang Yahudi ini kemudian sangat dikenal sebagai golongan pelepas uang (money lender) dan perintis kegiatan penggadaian. Dari sini dapat penulis simpulkan bahwa ide Qaradhawi dalam menegakkan perbankan bebas bunga adalah ide yang sangat relevan dalam rangka menghadang praktek apa yang disebut al-Qur’an sebagai kegiatan menelan harta manusia dengan bathil.

Pada hakekatnya konsep bank bebas bunga ini juga konsep menciptakan tatanan ekonomi yang menghapus ketimpangan sosial antara yang kaya dan yang miskin. Menurut Qaradhawi bank-bank riba dalam batas tertentu kelihatan memiliki banyak maslahat tapi di balik itu justru menciptakan kemiskinan yang luar biasa besarnya. Konsep bank bebas bunga bagi Qaradhawi adalah kosep perbankan yang menggerakkan roda ekonomi pada satu pihak serta menghilangkan unsur madharatnya di pihak lain, yaitu menghilangkan belenggu bunga hutangbagi para pencari modal.

Read 66 times
Share

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.

Template Settings

Theme Colors

Blue Brown Orange Pink

Layout

Wide Boxed Framed Rounded
Patterns for Layour: Boxed, Framed, Rounded
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…