Simposium Nusantara: Memanusiakan Manusia Melalui Bahasa dan Sastra

Gelaran Festival Budaya 2017 yang diadakan oleh DEMA Fakultas Humaniora memasuki hari kedua. Rabu (15/11) malam bertempat di Aula Rektorat lt.5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, panitia menggelar Simposium Nusantara dengan mengusung tema “Memanusiakan Manusia Melalui Bahasa dan Sastra” bersama dua orang sastrawan sekaligus penyair nasional, Acep Zamzam Noor dan Sosiawan Leak. Anwar Masady, Dosen Bahasa dan Sastra Arab didapuk untuk menjadi moderator dalam forum tersebut.

Dalam orasinya Sosiawan Leak mengutip bait puisi Rendra yang berjudul Dengan Kasih Sayang yang bunyinya “Mereka bukan tapir atau badak. Hatinya pun berurusan dengan cinta kasih”. Menurutnya pada bait ini Rendra dengan imajinasinya yang tinggi mengibaratkan para rampok, pencuri, dan koruptor dengan tapir sementara badak mengibaratkan orang yang tidak peka akan kondisi sosial sekitarnya yang disimbolkan dengan kulitnya yang keras. Para tapir dan badak merupakan korban krisis cinta kasih, mereka memandang cinta hanya sebatas materi.

Sementara Kang Acep menyampaikan bahwasanya semenjak kecil kehidupannya sangat erat dengan sastra. “Waktu kecil saya diperkenalkan agama melalui bait-bait nadhom yang berisi tentang tata cara ibadah, sifat-sifat Tuhan, dan hal lain tentang agama, sehingga belajar agama saya menyenangkan” tuturnya. Hal yang berbeda terjadi saat ini, di mana anak-anak dihadapkan dengan media sosial yang di situ pula mereka banyak mengakses tentang agama dan itu sangat rawan akan adanya ujaran-ujaran kebencian yang jauh dari aspek sastra.

Di akhir acara keduanya membacakan puisi karyanya. Sosiawan Leak membaca puisi “Lamun Malam”, sementara Kang Acep dengan puisinya yang berjudul “Puisiku” yang disambut riuh tepuk tangan penonton. [ltf]

 

Jl. Gajayana 50 Malang 65144 - Jawa Timur - Indonesia

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy humaniora@uin-malang.ac.id

Ikuti kami :

Visitor

We have 174 guests and no members online