Budaya Nusantara untuk Dunia

NUSANTARA UNTUK DUNIA: Dari kiri, Zawawi Imron, Halimi Zuhdy, Azhar Ibrahim ketika menyampaikan materi.

Eksistensi Nusantara yang mempunyai banyak suku di dalamnya bukanlah hanya sebagai slogan semata. Namun, Nusantara merupakan sebuah kebudayaan yang juga bisa diterima di berbagai belahan dunia, bahkan mampu menggemparkan seluruh isi dunia. Hal tersebut sebagimana diungkapkan oleh D. Zawawi Imron dalam Seminar Bahasa dan Budaya "Islam dan Kebudayaan Nusantara" di Fakultas Humaniora, (3/6).

Menurut sastrawan yang sudah mashur di Indonesia ini, kebudayaan Nusantara bisa eksis di dunia bisa dilihat dari berbagai peran aktif masyarakat nusantara di berbagai organisasi dunia.”Nusantara mampu menginspirasi semua orang di dunia, lihat saja mereka yang menjadi orang penting di berbagai negara di dunia,” tegas sastrawan asli Madura ini.

Zawawi Imron juga mengunkapkan bahwasanya, diterimanya orang-orang Nusantara tersebut tidak lain adalah karena mereka mempunyai akhlak-akhlak yang baik yang mereka pelajari di dalam ajaran Islam.”Islam masuk ke nusantara tanpa perlawanan, karena agama Islam mampu menginspirasi kita sebagai orang nusantara menjadi orang-orang yang mudah diterima karena akhlak baik kita,” terangnya.

“Orang Nusantara adalah rahmatan lil alamiin,” papar bapak yang berasal dari Kabupaten Sumenep itu kepada para mahasiswa.

Lantas, siapakah yang termasuk orang-orang Nusantara, sastrawan yang sudah banyak makan garam ini mengatakan orang nusantara adalah suku-suku yang berada di Indonesia dan sekitarnya, seperti Bugis, Jawa, Melayu, dll.”Meskipun kita berbeda pulau, namun eksistensi pulau itu yang ada di antara benua hindia dan pasifik adalah penyatu kita sebagai orang nusantara,” jelasnya dibarengi dengan tepuk tangan riuh para mahasiswa.

Zawawi Imron juga menghimbau kepada para mahasiswa untuk bisa berperan aktif dalam melestarikan nusantara. Dia mengatakan kepada mahasiswa untuk jangan pernah takut dan keder menjadi orang nusantra,”Jika kalian bentengi diri kalian dengan akhlak yang baik, nusantara juga akan bisa mengaung di belahan dunia,” jelas sastrawan kelahiran 1 Januari 1945 ini. (rif)

 

Jl. Gajayana 50 Malang 65144 - Jawa Timur - Indonesia

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy humaniora@uin-malang.ac.id

Ikuti kami :

Visitor

We have 136 guests and no members online