Workshop Kurikulum: Restrukturalisasi Kurikulum Humaniora, Sebuah Keniscayaan

Malang - Ramadan bulan barokah, hal ini benar-benar dirasakan bagi semua umat Islam terutama bagi sivitas akademik Fakultas Humaniora UIN Maula Malik Ibrahim Malang, selain dapat menambah iman dan takwa dengan memperbanyak amal ibadah, juga dapat menambah ilmu pengetahuan, dengan diadakanya workshop kurikulum yang bertema “Implementasi KKNI dalam Pemetaan Kurikulum di Perguruan Tinggi” pada hari Jum’at, 4/7/2014 yang bertempat di AULA Fakultas Humaniora Lantai III, workshop ini dihadiri oleh seluruh dosen Fakultas Humaniora, dengan pemateri Prof. Dr. Didik Sulistyanto dan Dr. H.M. Zainuddin, MA.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Hj. Istiadah,MA dalam sambutannya, Dekan Humaniora menyarankan perombakan kurikulum dengan implementasikan KKNI, implementasi, menurutnya tidak hanya pada tataran teori namun yang benar-benar Implementatif, workshop yang diadakan hari ini, adalah sebagai pembuka, dan akan diikuti dengan workshop selanjutnya yaitu pada tanggal 7- 8 Juli 2014, dan diakhiri pada tanggal 15/7/2014, sehingga dapat menghasilkan kurikulum berbasis KKNI yang benar-benar nyata. Beliau juga mengharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti workshop kurikulum dengan serius dan benar-benar dimanfaatkan apalagi bertepatan dengan bulan Ramadhan yang dipenuhi pahala, “tidur saja dapat pahala, apalagi mengikuti workshop dengan menambah keilmuan mungkin pahalanya lebih besar” demikian kata Dekan yang murah senyum tersebut. Dan dengan penuh semangat beliau menambahkan “ kurikulum adalah penentu pendidikan kita yang sangat mendasar, hari inilah, restrukturalisasi kurikulum kita lakukan, dan sekaranglah waktunya”.

Mengapa rekonstruksi kurikulum ini dilakukan, ini mungkin yang melatar belakangi diadakannya workshop kurikulum ini, Dekan Fakultas dalam sambutanya memaparkan hal tersebut, misalnya SKS yang ada di Fakultas Humaniora sangat gemuk sekali, yaitu 166 SKS, sedangkan di universitas lainnya berkisar 144-146, apakah dapat disederhanakan? Bahkan menurutnya, Asesor BAP PT melihat SKS UIN Malang sangat terkejut luar biasa, belum lagi disuguhi kegiatan ma’had dari jam 04.00-20.00 “mungkin asesor akan semaput” kata Dekan, dengan senyumnya yang khas.

Dengan banyaknya sks tersebut, menurut Dekan, masih selalu harus dievaluasi , karena menurutnya, banyak lulusan Fakultas Humaniora yang masih belum sesuai dengan harapan (visi dan misi), menurutnya, karena ada beberapa kemungkinan, diantaranyaterlalu tingginya syiar, seperti “menciptakan intelek yang ulama’ dan ulama yang intelek”, untuk memenuhi cita-cita tersebut tidak mudah, karena membutuhkan proses yang panjang, dan cara yang benar, karena untuk menjadi ulama dibutuhkan banyak hal. Atau kemungkinan yang lain, menurutnya, adalah proses. Apakah cukup menciptakan ulama empat tahun? Demikian tutur Dekan Humaniora dengan beberapa catatan untuk direnungkan bersama oleh civitas akademik Fakultas Humaniora, dan diakhiri dengan kalimat yang sangat menarik “inilah saatnya mendarma baktikan diri untuk fakultas yang kita cintai, karena kurikulum adalah yang sangat fundmental terhadapat pendidikan di Fakultas Humaniora, dan dapat menjadi amal jariah”.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, dalam sambutannya beliau menyampai pentingnya kurikulum berbasis KKNI, dan hal tersebut, menurutnya, sangat sesuai dengan road map universitas, tahap pertama, mengokohkan jati diri, dengan menyusun dan mengkonstruksi body of knowledge, menurutnya hampir tidak ada ilmu yang tidak bersentuhan dengan ilmu yang lain, pasti ada hubungan dan ketersinggungan. Tahap kedua, Penguatan kelembagaan, dan tahap ketiga pengakuan dan repotasi regional. Menurutnya, Perubahan kurikum adalah sebuah keniscayaandengan kurikulum KKNI kita dapat merespon tantangan dunia. kurikulum yang dibuat harus memiliki global kompetitif. Diakhir sambutannya beliau, menyarankan agar perubahan kurikulum tidak menimbulkan gejolak ditingkat mahasiswa, hal tersebut dapat dicarikan solusinya dengan cara kompenasi atau yang lainnya. Acara sambutan ditutup dengan doa oleh KH. Zubairi, M.HI.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr. Didik Sulistyanto dengan tema “Implementasi KKNI dalam pemetaan kurikulum di Perguruan Tinggi”, dan dimoderatori oleh Drs. H. Basri Zaen, Ph.D. Menurut Didik, kurikulum bukan harga mati, selalu dapat berubah (fleksibel), di antara latar belakang KKNI adalah karena ada Isu strategi kurikulum Humaniora, seperti internasionalasi pendidikan tinggi, Asean community 2015, ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA), Tourisme ASEAN Competency (ACCSTP), perombakan kurikulum secara Nasional di Perguruan Tinggi, Pedoman penjaminan mutu (Quality Assurance) dan kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Beliau juga menyampaikan konsep KKNI, peran KKNIdan tahapan-tahapan penyusunan kurikulum. Ada 4 unsur KKNI yang disampaikan, yaitu; kemamuan kerja, penguasaan pengetahuan, kewenanngan dan tangung jawab, sikap dan tata nilai. Beliau mengakhiri materinya dengan kalimat menarik “Kita harus berfikir di luar kebiasaan, agar selalu ada yang baru. Tidak berfikir dalam kotak, maka pikiran kita selalu dalam kotak saja”. Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. H. Zainuddin, MA, yang menyampaikan bagaimana menyusun silabus, dan bagaimana menintegrasikan keilmuan di universitas dan mengarahkan silabus MPK dengan basis KKNI, integrasi dan internasional (WCU), dan harapan beliau tahun depan atau tahun ini sudah ada produk nyata yang berbasis KKNI seperti silabus dan buku ajar. (Hlm)

 

Jl. Gajayana 50 Malang 65144 - Jawa Timur - Indonesia

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy humaniora@uin-malang.ac.id

Ikuti kami :

Visitor

We have 88 guests and no members online