Raih Emas di Tengah Persaingan Ketat

Juara Pertama Lomba Debate PIONIR 5

Target juara yang diusung kontingen UIN Malang dalam Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) di Institute Agama Islam Palu, Sulawesi Tengah (18 – 24/5), khususnya dalam cabang lomba debat bahasa Inggris membuahkan hasil. Walaupun harus bersaing ketat dalam perlombaan yang digelar dua tahun ini, namun kompetisi debat yang diwakili oleh dua mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Humaniora, Nurtamin dan Dinayanti ini berhasil memboyong emas dan menjadi terbaik dari 46 enam tim Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia.

Tak ayal, prestasi kedua mahasiswa tersebut pun menuai banyak pujian dari berbagai pihak, mulai dari sekretaris Jurusan BSI, Dekan Fakultas, hingga bagian Kemahasiswaan kampus. Seperti yang diungkapkan oleh Mujaid Kumkelo. Kepala bagian kemahasiswaan tersebut tidak bisa menutupi kebahagiaannya setelah pengumuman pemenang diumumkan oleh panitia.”Kami bangga dengan kalian karena mampu mengharumkan UIN dalam prestasi debat bahasa Inggris,” jelasnya yang juga ikut mendampingi semua kontingen lomba ke Palu.

Pun begitu pula dari Dekan Fakultas Humaniora, Istiadah. Dosen yang juga mengajar di BSI ini mengaku sangat bangga dengan prestasi kedua mahasiswanya tersebut. Menurutnya, prestasi yang mereka raih merupakan langkah awal untuk bisa menjadikan BSI sebagai salah satu jurusan di PTAIN yang juga kompeten dalam debat bahasa Inggris.”Semoga prestasi ini bisa berlanjut dan menjadi pematik bagi kompetisi-kompetisi bahasa Inggris lainnya,” ungkapnya.’

Senada dengan Istiadah, Miftahul Huda selaku Sekretaris jurusan juga sangat bangga dengan prestasi mereka, terlebih hasil perlombaan tersebut sesuai dengan target yang diinginkan oleh pihak jurusan.”Alhamdulillah bisa juara setelah dua tahun sebelumnya hanya berada di posisi runner up,” terangnya.

Nurtamin dan Dina memastikan juara peratam setelah berhasil mengalahkan tiga finalis lainnya pada babak final. Kebetulan sistem perlombaan yang dipakai dalam kompetisi itu adalah BP (British Parliamentary), penilaian yang terdiri atas tim dan individu. Meskipun merasa sempat grogi karena lawan yang dihadapi adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Arraniri Banda Aceh, dan UIN Sultan Syarif Kasim Riau.”Kami sempat pesimis karena lawan yang juga tangguh, tapi kami juga diuntungkan karena berada di posisi government/positive,” terang Nurtamin.

Untungnya, yang dikhawatirkan oleh Nurtamin dan Dina tidak terjadi, dengan menggunakan strategi  memperbanyak isi argumen, akirnya mereka pun mampu memikat hati juri dan menjadi juara pertama.”Aragumen lawan kami banyak yang meninggalkan lubang dan tidak lengkap, sedangkan tim di sisi negative, statemennya mudah di takel dan terlalu banyak questioning,” ungkapnya. (rif)

 

Jl. Gajayana 50 Malang 65144 - Jawa Timur - Indonesia

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy humaniora@uin-malang.ac.id

Ikuti kami :

Visitor

We have 213 guests and no members online