BSA Mengajar 7: Guru Menyenangkan, Murid Pintar

Probolinggo- Jurusan Bahasa dan Sastra Arab terus membuat gebrakan, yang mungkin bagi jurusan lain di UIN Malang atau bahkan di Indonesia masih sulit didapatkan, karena program ini adalah program pembinaan gratis: Kita datang, berdendang, mencerdaskan.Kita datang; BSA selalu menerima keluhan dari berbagai guru bahasa Arab, dari tingkat Ibtidaiyyah, tsanawiyah, Aliyah bahkan perguruan tinggi. Keluhan ini direspon dengan mengadakan kerjasama dengan berbagai sekolah yang ada diwilayah tersebut, seperti  seminar, workshop, pendampingan, dan pelatihan untuk guru-guru bahasa Arab. Sekolah yang bersangkutan hanya menyiapkan peserta sebanyak-banyaknya, sedangkan seminar kit, nara sumbar (baik dari dalam dan luar negeri), sertifikat dll disiapkan oleh BSA. Dan BSA tidak memungut biaya, sumbungan, hadiah apapun dari sekolah yang bersangkutan, atau dari guru-guru atau peserta seminar. Murni nasyrul lughah al-arabiyah, menyiarkan dan menyebarkan bahasa Arab untuk para guru, dosen dan masyarakat luas, demikian kata Kajur BSA, Faishol Fatawi.

Kita berdendang; BSA dengan antusiasme yang tinggi selalu ingin memberikan yang terbaik untuk peserta seminar, workshop, pendapingan peningkatan kompetensi dan pelatihan. Dibeberapa kesempatan, BSA mengundang pemateri dari luar negeri (native speaker), seperti yang dilakukan di MTs Pajarakan Probolinggo, BSA mendatangkan Dr. Faishol Mahmud Adam sebagai pemateri. Dan beberapa nara sumber lain dari Jurusan BSA sendiri.

Mencerdaskan; BSA tidak hanya datang kemudian pergi, tetapi selalu berusaha memberikan atsar bagi sekolah-sekolah dan guru-guru yang mengikuti seminar, atsar itu berupa peningkatan kompetensi guru dalam mengajarkan bahasa Arab, dengan materi-materi khusus yang sudah dirancang sedemikian rupa; seperti metodelogi pengajaran, penciptaan biah, pembuatan media pembelajaran, dll. Jika pertemuan dalam seminar itu masih dirasakan kurang, maka ditindaklanjuti dengan pertemuan di dunia maya, membuat forum pengajaran bahasa Arab. Hal ini akan terus dilakukan di beberapa daerah, yang kemarin tanggal 18 Januari 2014, tim BSA dengan seluruh guru bahasa Arab se-Probolinggo sepakat untuk membentuk penguyupan pengajar bahasa Arab, dengan konsultas jurusan BSA Faukultas Humaniora UIN Malang.

Hari Sabtu, tanggal 18 Januari 2014, Mts Negeri Pajarakan Probolinggo menjadi tempat pendapingan peningkatan kompetensi guru Bahasa Arab se-Kabupaten probolinggo, acara tersebut hasil kerjasama antara Mts Pajarakan dengan jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Humanora UIN Malang. Acara yang dihadiri oleh sekitar 80 guru bahasa Arab se-Kabupaten probolinggo tersebut, membuat decak kagum Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Faishol Fatawi, M.Ag. “Baru kali ini saya melihat peserta yang ajek mengikuti acara dari awal sampai selesai, bahkan terasa sebentar bersama mereka, antusiasme peserta yang tinggi membuat saya betah berlama-lama dalam forum”. Ujar kajur BSA disela-sela acara istirahat.

Rangkaian acara pendampingan tersebut dimulai dengan sambutan Kepala Sekolah Mts Negeri Pajarakan Probolinggo, H. Syaiful Anwar, yang dalam sambutannya cukup memberikan apresiasi kepada panitia, peserta, dan pihak Jurusan BSA, terutama kepada bapak H. Zamroni, M.Pd selaku pihak guru MTs. Negeri yang telah meretas jalan komunikasi intens dengan pihak BSA UIN Malang, sehingga acara peningkatan kompetensi berjalan dengan lancar. Selanjutnya sambutan dari Kepala Jurusan BSA, dalam kesempatan tersebut, dengan nada berapi-api, kajur muda tersebut menyampaikan bahwa bahasa Arab harus selalu diperjuangkan dan dimajukan, karena semakin hari pemahaman siswa, mahasiswa dan masyarakat terhadapat bahasa Arab semakin luntur, hal tersebut dibuktikan dengan maraknya radikalisme dan lainnya, karena latar belakang pemahaman bahasa Arabnya lemah sekali, sehingga mereka juga tidak terlalu memahami esensi al-Qur’an, dan hal tersebut berdampak terhadap prilaku mereka.

Nara sumber pada acara pendampingan adalah Dr. Faishal Mahmud Adam Assudani, beliau menjelaskan tentang strategi pembelajaran bahasa Arab di Era global. Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dr. H. Halimi, MA, dengan materi “pembelajaran bahasa Arab yang menyenangkan”. Selanjutnya sesi ketiga oleh Hafidz, M.Pd, beliau menjelaskan tentang Media Pembelajaran Bahasa Arab. Sesi terakhir, dilanjutkan dengan rembuk bersama yang dipimpin oleh kajur dan sekjur BSA, yang kemudian menghasilkan kesepakatan; 1) pengangkatan ketua forum guru bahasa Arab Probolinggo_BSA, dan H. Zamroni, M.Pd guru Mts Negeri Pajarakan terpilih sebagai ketua. 2) pembuatan media komunikasi. 3) pembuatan kegiatan bahasa Arab, seperti Olimpiade Bahasa Arab.  

“Acara yang sangat mengesankan dan mencerdaskan” kata salah satu peserta Peningkatan kompetensi guru bahasa Arab. Dan kebanyakan dari peserta memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada beberapa pihak penyelenggara acara tersebut. (hlm)

 

Jl. Gajayana 50 Malang 65144 - Jawa Timur - Indonesia

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy humaniora@uin-malang.ac.id

Ikuti kami :

Visitor

We have 139 guests and no members online