Keren! Inilah Cara Bimbingan Skripsi Ala Mahasiswa Humaniora

HUMANIORA - (08/02/2022) Bimbingan skripsi secara tatap muka begitu dirindukan oleh sebagian besar mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjibaku menyelesaikan skripsinya, khususnya di era pandemic Covid 19 seperti sekarang ini. Betapa tidak, sudah lebih dari 2 tahun mahasiswa melakukan perkuliahan secara online, mengerjakan tugas dan mengumpulkannya juga secara online, dan urusan administrasi akademik apapun diwajibkan secara online. Nyaris, mahasiswa tidak pernah sekalipun melakukan kegiatan akademik apapun secara offline.

Adanya kebijakan PTMT yang dikeluarkan oleh universitas, dimana mahasiswa bisa bertatap muka secara terbatas tentu saja disambut dengan penuh euphoria oleh mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir sangat membutuhkan arahan dan bimbingan secara langsung dari dosen pembimbing skripsinya: perlu berbicara dan bertemu berhadap-hadapan membicarakan konsep, melakukan kroscek dan pembenaran atas apa yang telah ditulisnya dengan melakukan corat-coret yang mana itu semua tidak akan pernah mereka dapatkan apabila dilakukan secara online.

Habil Abyad, salah satu mahasiswa akhir menyatakan bahwa bimbingan skripsi tatap muka sangat bagus untuk mengontrol perkembangan skripsi mahasiswa. “Dengan bimbingan secara tatap muka, proses pengerjaannya menjadi lebih terarah, lebih terkontrol, dan lebih cepat selesai. Mungkin karena lebih jelas dan gamblang dalam memahami konsep yang dosen pembimbing maksudkan.”

Muhammad Syahril menambahkan bahwa bimbingan skripsi tatap muka bisa saling memicu diskusi, menumbuh-kembangkan sikap saling peduli dan saling membantu antar sesama teman, dan dapat saling berbagi semangat harapan. “Sungguh luar biasa bisa bimbingan skripsi secara tatap muka. Kita dapat melakukan diskusi. Kita dapat bertukar wawasan dan barangkali buku. Kita juga terpacu untuk berlomba-lomba dengan sesama teman dalam menyelesaikan skripsi tepat waktu. Setelah sekian lama tidak bertemu tatap muka dan akhirnya bisa bertemu tatap muka itu serasa terlepas dari dahaga. Pokoknya kita harus selesai bersama-sama ya kawan-kawan.”

Sementara itu, Abdul Basid selaku Dosen Pembimbing Skripsi menegaskan bahwa bimbingan skripsi tatap muka mempermudah mahasiswa dan memberikan semangat serta harapan baru bagi mahasiswa tingkat akhir, “Semangat teman-teman mahasiswa tingkat akhir begitu terasa setelah bisa bertatap muka secara langsung dengan saya pribadi selaku dosen pembimbing mereka. Mahasiswa tingkat akhir jadi lebih mudah memahami masukan dari saya, cepat memahami konsep dan kemudian menulisnya. Dan diskusi itu jadi sangat hidup.”

Selain Abdul Basid, beberapa yang lain dari Dosen Fakultas Humaniora juga melakukan bimbingan skripsi tatap muka secara terbatas, yaitu Anwar Masadi, Moh. Zawawi, Nur Hasaniyah, Edy Toyib, dan dosen-dosen lainnya. Mereka dengan penuh tanggung jawab dan sabar mendampingi penyelesaian tugas akhir mahasiswa.

Uniknya, pendampingan dan pembimbingan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan para dosen Fakultas Humaniora dilakukang secara berjamaah. Mahasiswa berkumpul dalam ruang fakultas layaknya forum halaqah terbatas dimana di dalamnya dosen memberikan trik-trik dan catatan pembimbingan secara khusus sambil berdiskusi antar sesama mahasiswa. Antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya saling tukar pikiran dan memberikan masukan. Cara pembimbingan seperti setidaknya dapat mengurangi beban mahasiswa dalam menyelesaikan tuga mereka.

“Bimbingan skripsi secara berjamaah ini sangat menyenangkan dan dapat meringankan beban. Ada rasa kebersamaan diantara sesame. Kita bisa berdiskusi antar sesame teman,” ungkap Habil Abyad.[ab]

 

Jl. Gajayana 50 Malang 65144 - Jawa Timur - Indonesia

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy+1 (0341) 551354

  • dummy humaniora@uin-malang.ac.id

Ikuti kami :

Visitor

We have 120 guests and no members online