idaren

Dosen Humaniora Saling Sharing, Kuatkan Tradisi Publikasi Internasional

HUMANIORA – (11/11/2021) Kamis, 11 November 2021 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab menggelar Workshop Kepenulisan: Kiat Menulis Artikel Sinta dan Scopus secara luring dan daring. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menunjang kompetensi penulisan karya ilmiah bagi dosen dan mahasiswa Prodi BSA.

 Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang dari program BSA bekarya yang sudah dilaunching secara resmi pada bulan Oktober lalu. Program BSA berkarya merupakan program pendampingan bagi mahasiswa BSA yang bertujuan menghasilkan karya tulis ilmiah yang dipublish ke jurnal, baik nasional maupun internasional.

 Workshop yang digelar di Meeting Room Fakultas Humaniora tersebut menghadirkan narasumber Dr. Muassomah, M. Pd., dan dimoderatori oleh Khafid Roziki, M. Pd. Hadir secara luring para dosen pembimbing Program BSA Berkarya, dan secara daring para dosen serta mahasiswa Fakultas Humaniora.

 Dalam presentasinya, Dr. Muassomah berbagi tentang strategi dan kiat menulis artikel di jurnal yang terindeks sinta, serta jurnal internasional scopus. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya menulis jurnal tidak memerlukan data yang banyak seperti disertasi ataupun tesis. “Sangat mungkin dibuat beberapa artikel hanya bersumber dari satu tesis.” Ia menambahkan bagi penulis harus mengikuti template jurnal yang hendak dituju. “Apa sih yang lu minta hai jurnal?”. Hal ini bertujuan agar editor jurnal melihat tulisan kita sesuai dengan yang diharapkan pengelola jurnal yang dituju.

 Di sesi tanya jawab, Dr. Muassomah menjawab pertanyaan dari peserta tentang tips agar artikel kita bisa diterima. Ia mengatakan bahwa sebelum menulis, hendaknya kita mencari jurnalnya terlebih dahulu. “Kita bisa melakukan kroscek misalnya di Google Schoolar atau Schimago agar jurnal yang kita tuju seperti bidang yang kita tulis.”

 Lebih lanjut ia menjelaskan tentang pentingnya Research Gap dan membuat kesenjangan kajian baik dari segi isi maupun literatur. “Isu kekinian, tidak harus bersumber dari fenomena yang sedang viral, namun bisa dari berasal dari kesenjangan topik kajian yang diangkat dari fenomena-fenomena yang sudah ada.” tuturnya.

 Di akhir sesi, menegaskan pentingnya membangun tradisi menulis khususnya bagi akademisi. “Menulis hendaknya menjadi sebuah kebutuhan bagi dosen, layaknya kebutuhan makan ketika seseorang lapar.” pungkasnya. [LYN]

Read 42 times
Share
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…