idaren

Perkembangan Kebijakan dalam Bidang TESOL - Teaching English to Speakers of Other Languages (Pengajaran Bahasa Inggris bagi Penutur Asing) dan Multilingualisme: Sekilas manfaat bagi para Guru/Dosen, Peneliti, Pembuat Kebijakan, dan Mahasiswa

 

Oleh: Kashif Raza

Diterjemahkan oleh: Ribut Wahyudi

 

Buku yang berjudul “Perkembangan kebijakan dalam TESOL: Masa lampau, saat ini dan masa depan” (https://www.springer.com/gp/book/9789811636028) ini ditulis oleh berbagai pakar yang dieditori oleh Kashif Raza, Christine Coombe and Dudley Reynolds. Buku ini bertujuan untuk menjadi sebuah platform (sebagai wadah) untuk diskusi- diskusi ilmiah yang terkait dengan penerapan kebijakan dimana TESOL dan multilingualisme dilihat sebagai kolaborasi nyata yang mencakup topik dari tiga sudut pandang. Buku ini terdiri dari 21 bab yang dibagi menjadi 3 bagian berdasarkan titik tekannya.

Bagian pertama dari buku di atas berisi tentang penilaian-penilaian kritis tentang usaha-usaha dan capaian-capaian sebelumnya dalam bidang perkembangan kebijakan bahasa yang khususnya menyangkut bagaimana usaha-usaha yang telah dilakukan untuk memahami dan mengakomodasi kemajemukan bahasa. Bagian pertama dari buku tersebut juga memberikan pembahasan secara mendalam tentang pengembangan kebijakan-kebijakan bahasa yang memperkuat ide tentang ko-eksistensi antara TESOL dan Multilingualisme.

Bagian kedua dari buku tersebut mendeskripsikan proyek dan berbagai inisiasi yang sedang dikerjakan untuk memperluas dan memperkuat bidang TESOL sembari pada saat yang sama memberikan ruang pada bahasa-bahasa lokal dan bahasa indigenous (asli daerah setempat) untuk berkembang. Berbagai inisiasi tentang pengembangan kebijakan TESOL di tingkat sekolah, negara bagian, wilayah dan organisasi (seperti TESOL International Association Summit, 2017) yang ditampilkan di bagian ini.

Bagian akhir buku di atas menjelaskan area-area perkembangan kebijakan yang membutuhkan pemikiran khusus untuk mengembang TESOL tidak hanya sebagai bidang kajian yang unik, yang berbeda dengan pendidikan secara umum dan atau pemerolehan bahasa, tetapi juga berpijak dari dan berkontribusi terhadap multilingualisme. Bagian ketiga ini mencakup proposal-proposal dan berbagai diskusi yang bisa digunakan untuk membentuk TESOL sebagai area yang maju sebagai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tersebut mencakup isu-isu terkait dengan pengajaran Bahasa Inggris di berbagai tingkatan, konteks dan tempat ditangani melalui pengembangan kebijakan yang terus menerus, implementasi kebijakan yang tepat, dan pembaharuan-pembaharuan yang bersifat berkala.

Buku ini menarik untuk para ahli multilingualisme, pengajar bahasa, peneliti dan yang sedang membuat kebijakan tentang pengajaran Bahasa Inggris dan promosi multilingualisme. Terkait dengan ruang lingkupnya, buku ini memberikan ulasan tentang bagaimana multilingualisme mentransformasikan praktek TESOL di berbagai konteks di seluruh dunia. Buku ini juga menjadi platform tentang diskusi-diskusi tentang pemberlakukan kebijakan di mana TESOL dan multilingualisme dipandang sebagai usaha-usaha kolaborasi dan sebagai pendekatan-pendekatan topik tersebut dari tiga sudut pandang yang berbeda.

Bagian pertama buku tersebut memberikan uji penilaian kritis terhadap kajian-kajian terdahulu dan capaian-capaiannya dalam bidang perkembangan kebijakan bahasa dan implementasinya. Bagian kedua mendeskripsikan proyek dan berbagai inisiasi yang sedang dikerjakan untuk memperluas dan memperdalam bidang TESOL sembari pada saat yang sama memberikan ruang pada bahasa-bahasa lokal dan bahasa indigenous (asli daerah setempat) untuk berkembang.   Bagian ketiga sekaligus bagian akhir buku ini menggarisbawahi area-area perkembangan kebijakan yang membutuhkan pemikiran khusus untuk mengembangkan TESOL sebagai bidang yang berpijak dari dan berkontribusi terhadap multilingualisme.

Manfaat bagi para guru/dosen

  • Multilingualisme adalah sebuah realitas dan ideologi monolingual bisa menjadi ancaman bagi siswa-siswa multilingual
  • Banyak bahasa bisa berkembang pada saat yang sama
  • Bahasa Inggris bisa exist dan berkembang dengan bahasa bahasa lain yang dibawa oleh para siswa dan guru ke sekolah.
  • Saat mengajar Bahasa Inggris, bahasa-bahasa lain bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum, ujian, komunikasi untuk menyambut, mendukung dan memanfaatkan kekayaan bahasa para siswa.
  • Saat mengajar bahasa-bahasa lain, Bahasa Inggris bisa digunakan sebagai kekayaan, tanpa harus mendominasi perkembangan bahasa-bahasa lainnya.

Manfaat bagi para peneliti

  • TESOL seharusnya tidak dianggap sebagai usaha monolingual (satu bahasa).
  • Berbagai kebijakan yang memposisikan TESOL sebagai pendidikan multilingual sedang tumbuh dan berkembang.
  • Kita harus menyediakan contoh praktis tentang bagaimana Bahasa Inggris bisa digunakan bersama bahasa lain
  • Buku ini mendorong Asosiasi TESOL Internasional dalam menyuarakan untuk mendesain kembali program-program pendidikan Bahasa Inggris dengan prioritas untuk merangkul kemajemukan bahasa sebagai aset, memperbaiki dialog-dialog lintas budaya, melekatkan teknologi-teknologi pendidikan, meningkatkan informasi tentang peranan Bahasa Inggris sebagai bahasa Lingua Franca, dan memantapkan “reflective practices” sebagai bagian dari aktifitas akademisi/praktisi bidang TESOL untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan.
  • Buku ini mencakup apa yang telah dilakukan, apa yang sedang dilakukan dan apa yang perlu dilakukan untuk mempermudah TESOL and multilingualisme untuk eksis dan berkembang bersama secara seimbang.

Manfaat bagi para pengambil kebijakan

  • Buku ini sebagai sebuah sumberdaya untuk mereka yang tertarik dengan sistem desain pendidikan yang mengakui dan mendukung kekayaan bahasa dan budaya yang dibawa siswa ke kelas mereka
  • Praktik-praktik pengajaran lokal, keyakinan-keyakinan dan berbagai konteks seharusya dipertimbangkan saat mendesain dan mengimplementasikan kebijakan bahasa dalam kontek tertentu.
  • Bab-bab dalam buku ini menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk mengajarkan Bahasa Inggris dengan cara melanjutkan untuk membangun literasi dan kemampuan dalam bahasa – bahasa lain dengan membentuk dan membantu terbentuknya komunikasi multi-bahasa.
  • Kebijakan hanya bermanfaat jika ada kemauan dan kemampuan untuk mengimplementasikannya.

Manfaat untuk pembelajar bahasa yang multilingual

  • Kekayaan multi-bahasa anda bisa digunakan sebagai sumberdaya dan aset dalam kelas Bahasa Inggris
  • Pengetahuan dan kemampuan berbahasa anda sebelumnya sangat bernilai
  • Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa, seperti bahasa-bahasa lainnya, dipakai dirumah dan di masyarakat
  • Anda bisa mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris dengan memanfaatkan bahasa-bahasa lain sebagai sumberdaya dan sebaliknya.

*Penerjemah, Ribut Wahyudi adalah Kaprodi Sastra Inggris – Fakultas Humaniora – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang juga merupakan Penulis pada Bab 5 pada buku di atas.

Read 109 times
Share
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…