{"id":903,"date":"2018-08-14T09:39:18","date_gmt":"2018-08-14T09:39:18","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=791"},"modified":"2018-08-14T09:39:18","modified_gmt":"2018-08-14T09:39:18","slug":"ubah-pengalaman-personal-jadi-pengetahuan-profesional-dengan-narrative-inquiry","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/ubah-pengalaman-personal-jadi-pengetahuan-profesional-dengan-narrative-inquiry\/","title":{"rendered":"Ubah Pengalaman Personal Jadi Pengetahuan Profesional Dengan Narrative Inquiry"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin-bottom: .0001pt;\">Banyak ragam metodologi yang bisa dipakai dalam penelitian. Salah satunya adalah metodologi\u00a0<em>Narrative<\/em>\u00a0<em>Inquiry<\/em>\u00a0(NI). Metodologi yang biasanya dipakai dalam jenis penelitian kualitatif ini memiliki kelebihan dalam menggali data. Tujuannya adalah memahami pengalaman yang diceritakan oleh partisipan. Hal ini terungkap dalam paparan Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd. yang disampaikan dalam TEFLIN International Conference 12 \u2013 14 Juli 2018 di Universitas Negeri Makasar.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt;\">Menurut Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd.,\u00a0<em>Narrative<\/em>\u00a0<em>Inquiry<\/em>\u00a0dapat dijadikan sebagai metodologi yang menarik dalam penelitian. Cara kerjanya diawali dengan pengumpulan narasi. Narasi ini bisa lisan, tulisan maupun multimodal (paduan tulis dan gambar). Selanjutnya, narari tersbut dianalisis sedemikian rupa sesuai dengan tema penelitian.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt;\">\u201c<em>Narrative<\/em>\u00a0<em>Inquiry<\/em>\u00a0sebagai metodologi penelitian dapat mengungkap objek secara detil dan luas. Pengalaman personal dapat diungkap menjadi pengetahuan profesional,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt;\">Terkait dengan bidang keilmuan, ternyata Narrative Inquiry bisa dipakai dalam penelitian bidang bahasa, sastra dan pendidikan. Bahkan NI bisa menjangkau bidang penelitian yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt;\">\u201cNI menjadi interpretative device untuk mengumpulkan narasi partisipan sehingga narasi itu menjadi data untuk menggali \u201cups n downs\u201d selama kegiatan,\u201d lanjut pakar teori\u00a0<em>Narrative<\/em>\u00a0<em>Inquiry<\/em>\u00a0dari jurusan Sastra Inggris Fakultas Humaniora ini.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt;\">Lebih dari itu, karena\u00a0<em>Narrative<\/em>\u00a0<em>Inquiry<\/em>\u00a0mengeksplorasi berbagai pengalaman partisipan yang bersifat personal, maka temuan-temuan didalamnya<span>\u00a0\u00a0<\/span>dapat dimanfaatkan oleh peneliti lain sebagai sumber intelektual. Ini menjadi sisi lain dari kelebihan Narrative Inquiry.\u00a0<strong>(ms)<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak ragam metodologi yang bisa dipakai dalam penelitian. Salah satunya adalah metodologi\u00a0Narrative\u00a0Inquiry\u00a0(NI). Metodologi yang biasanya dipakai dalam jenis penelitian kualitatif ini memiliki kelebihan dalam menggali data. Tujuannya adalah memahami pengalaman yang diceritakan oleh partisipan. Hal ini terungkap dalam paparan Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd. yang disampaikan dalam TEFLIN International Conference 12 \u2013 14 Juli 2018 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-903","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=903"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/903\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}