{"id":890,"date":"2018-07-23T15:36:38","date_gmt":"2018-07-23T15:36:38","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=778"},"modified":"2018-07-23T15:36:38","modified_gmt":"2018-07-23T15:36:38","slug":"dosen-humaniora-diseminasikan-hasil-penelitian-dalam-forum-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/dosen-humaniora-diseminasikan-hasil-penelitian-dalam-forum-internasional\/","title":{"rendered":"Dosen Humaniora Diseminasikan Hasil Penelitian Dalam Forum Internasional"},"content":{"rendered":"<p style=\"margin-bottom: .0001pt; line-height: normal;\">Tiga dosen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mempresentasikan hasil penelitiannya dalam forum internasional yang dihelat oleh Ittihad al-Mudarrisin li al-Lughah al-Arabiyah (IMLA) dengan bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, yang dilaksanakan pada 13 \u2013 15 Juli 2018 dengan mengambil tema Peran Bahasa Arab dalam Peradaban Manusia. Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Muashomah, M.Pd., Dr. Laly Fitriani, M. Pd., dan Nur Qomari, M.Pd.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt; line-height: normal;\">Dr. Muashomah, M.Pd. mengangkat tema tentang morfologi (<em>ilm al-Sharf<\/em>). Menurutnya bahwa perubahan huruf dalam satu\u00a0<em>wazan<\/em>\u00a0memiliki dampak perubahan makna dalam satu kosakata. Setiap perubahan itu memiliki implikasi semantik, baik secara leksikologis dan konteks. \u201cPada dasarnya, kosakata Arab bertumpul pada pola\u00a0<em>tsulatsi<\/em>\u00a0(tiga huruf). Namun pola ini bias diturunkan menjadi\u00a0<em>rubaiy<\/em>,\u00a0<em>khumasiy<\/em>, dan\u00a0<em>sudasiy<\/em>. Dan ini memiliki pengaruh dalam arti masing-masing,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt; line-height: normal;\">Sementara itu, Dr. Laily Fitriani menguraikan hasil penelitiannya terkait sumbangan budaya lokal bagi pengembangan materi ajar Bahasa Arab untuk membentuk perilaku peserta didik. \u201cBudaya lokal cukup dapat memberikan pengaruh terhadap penanaman karakter peserta didik. Budaya ini dikemas dalam materi pembelajaran Bahasa Arab. Melalui pengemasan budaya lokal peserta didik juga dengan muda dapat mencerna materi pelajaran Bahasa Arab.\u201d<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt; line-height: normal;\">Sedangkan Nur Qomari, M.Pd. dalam mendiseminasikan penelitiannya lebih tertarik pada masalah peran pengajar. Kesuksesan seseorang dalam belajar bahasa Arab sangat terkiat dengan pengajarnya. Peran pengajar tidak sekedar mentranfer pengetahuan tetapi memiliki peran yang lebih luas, mulai menjadi motivator sampai kreator.<span>\u00a0\u00a0<\/span>\u201cMurid harus diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya dalam proses pembelajaran. Guru bisa menjadi fasilitator bagi mereka.\u201d<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: .0001pt; line-height: normal;\">Diseminasi hasil penelitian ketiga dosen Fakultas Humaniora itu disampaikan tidak saja dihadapan presenter dan peserta dalam negeri, tetapi juga luar negeri.<span>\u00a0\u00a0<\/span>Diantaranya, mereka datang dari Malaysia, Arab Saudi, Mesir, Maroko, dan Aljazair.<strong><span>[hf]<\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga dosen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mempresentasikan hasil penelitiannya dalam forum internasional yang dihelat oleh Ittihad al-Mudarrisin li al-Lughah al-Arabiyah (IMLA) dengan bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, yang dilaksanakan pada 13 \u2013 15 Juli 2018 dengan mengambil tema Peran Bahasa Arab dalam Peradaban Manusia. Ketiga dosen tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-890","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/890\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}