{"id":883,"date":"2018-07-17T13:42:00","date_gmt":"2018-07-17T13:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=771"},"modified":"2018-07-17T13:42:00","modified_gmt":"2018-07-17T13:42:00","slug":"membangun-budaya-literasi-bagi-generasi-era-milenial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/membangun-budaya-literasi-bagi-generasi-era-milenial\/","title":{"rendered":"Membangun Budaya Literasi Bagi Generasi Era Milenial"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\">Peradaban umat manusia tidak dapat dilepaskan dari budaya literasi. Bahkan budaya literasi selalu menjadi ciri dari setiap kemajuan sebuah peradaban. Setidaknya, inilah yang terungkap dalam Seminar Literasi yang dihelat oleh Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Halaqah Literasi pada tanggal 30 Juni 2018.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cLiterasi merupakan kunci bagi setiap peradaban. Dimana ada kemajuan peradaban maka di sana budaya literasi pasti hidup. Oleh karena itu, melalui tradisi baca yang kuat, lahir tradisi tulis yang luar biasa. Ini dapat dilihat jelas, misalnya peradaban umat Islam abad tengah,\u201d ungkap Haqqul Yaqin, salah satu peserta yang ikut hadir dalam acara tersebut.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Acara seminar literasi ini dihelat dalam rangka untuk menumbuhkan dan membangkitkan budaya literasi di kalangan mahasiswa Fakultas Humaniora. \u201cDi era zaman mahasiswa milenial, mahasiswa harus mampu \u2018melek\u2019 literasi. Setiap informasi yang datang kepada kita harus disikapi secara bijaksana dan kritis sehingga terhindar dari fitnah. Derasnya arus informasi itu harus dikelola sedimikian rupa sehingga menjadi hal-hal yang produktif. Di sini, menyiapkan generasi yang literet itu menjadi penting,\u201d ujar M. Faisol selaku penanggungjawab urusan akademik di Fakultas Humaniora.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Seminar yang dilaksanakan di Aula Fakultas Humaniora ini dihadiri oleh para \u201cpendekar\u201d dan pegiat literasi se-Indonesia. Peserta yang hadir berasal dari kalangan yang beragam profesi, mulai dari santri, editor, gus-kiai sampai dengan guru sekolah.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam acara ini dilaunching buku yang berjudul \u201cKitab Santri: Antologi Pengalaman dan Pendidikan Moral di Pesantren\u201d. Buku ini dipersembahkan oleh para pegiat literasi yang tergabung dalam wadah yang menamakan diri \u201cHalaqah Literasi\u201d. Uniknya, setiap anggota yang menggabungkan diri kedalam wadah ini diharuskan untuk melahirkan satu tulisan dalam setiap bulan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni (menulis, red) merupakan salah satu bukti dari komitmen kita untuk mewujudkan budaya literasi khususnya di era milenial,\u201d tandas Gus Idung yang juga menjadi salah satu penggagas Halaqah Literasi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Seminar ini diakhiri dengan diskusi bersama membincang agenda kegiatan yang bisa dilakukan dalam rangka menggenjot budaya literasi, baik di kampus maupun di pesantren-pesantren. \u201cSetidaknya, acara ini bisa menginspirasi mahasiswa dan generasi milenial untuk lebih bisa berkarya,\u201d pungkas M. Faisol dalam sambutan penutupnya.<strong>[mff]<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peradaban umat manusia tidak dapat dilepaskan dari budaya literasi. Bahkan budaya literasi selalu menjadi ciri dari setiap kemajuan sebuah peradaban. Setidaknya, inilah yang terungkap dalam Seminar Literasi yang dihelat oleh Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Halaqah Literasi pada tanggal 30 Juni 2018. \u201cLiterasi merupakan kunci bagi setiap peradaban. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-883","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/883\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}