{"id":877,"date":"2018-04-28T12:36:14","date_gmt":"2018-04-28T12:36:14","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=765"},"modified":"2018-04-28T12:36:14","modified_gmt":"2018-04-28T12:36:14","slug":"maqha-al-adab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/maqha-al-adab\/","title":{"rendered":"Maqha al-Adab"},"content":{"rendered":"<p>Kamis, 19\/04. Komunitas Sastra Arab, Ukaz menggelar sebuah pementasan syiir oleh dosen dan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab yang dihelat di depan fakultas Humaniora. Agenda kali ini mengangkat tema dengan tajuk \u201cMaqha al-Adab\u201d atau dalam bahasa Indonesia disebut kafe sastra. Terdapat dua rangkaian acara dalam even ini, yaitu pentas syiir dan diskusi sastra. Dalam diskusi tersebut, Dr. Halimi Zuhdi M.Pd, M Anwar Mas\u2019ady M.A, dan Misbahus Surur M.Pd yang menjadi narasumbernya.<br \/>Banyak sekali peserta yang meluapkan segala emosi dan luapan hatinya dalam syairnya pada agenda tersebut. Baik dari kalangan para dosen maupun mahasiswa. Mereka tidak hanya dari fakultas Humaniora saja, melainkan juga dari fakultas Saintek dan Ekonomi. Ada juga salah satu dosen dari IAIN Jember yang sedang melakukan kunjungan ke Fakultas Sosial ini turut menampilkan puisinya.<br \/>\u00a0Tedapat sesuatu yang menarik dalam pementasan syiir kali ini, yaitu penampilan dari rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. Sang Profesor melantunkan sebuah puisi dengan judul \u201cSastra Humaniora. Mengangkat Martabat Manusia\u201d. Berikut penggalan puisi dari orang nomor satu di kampus hijau ini;<br \/>Hari-hari sibuk diskusi<br \/>Mencermati dan cari solusi<br \/>Mngapa saling hina bertubi-tubi<br \/>Tonjolkan ego dan tidak saling menyadari<br \/>Bahkan habis sudah semua harga diri yang dipunyai<br \/>Mencari aib bahkan dengan gunakan semacam konspirasi<\/p>\n<p>Sastra Humaniora<br \/>Beri hidup dengan tertata<br \/>Nilai-nilai indah dalam estetika<br \/>Bukan hanya pendekatan melalui logika<br \/>Apalagi hanya untuk mencari siapa yang salah<br \/>Menunggu untuk dibalas dan bahkan masuk di tempat hina<br \/>Semua seperti perilaku orang yang tidak beragama<br \/>Bisa-bisa justru menjadi sebuah prahara manusia<br \/>Tidak ada lagi kata saudara dengan akrab bersapa<\/p>\n<p>Sastra dengan puisi<br \/>Beri nilai-nilai yang tinggi<br \/>Ungkap keindahan yang berarti<br \/>Memperkokoh ikatan seperti famili<br \/>Mempererat dengan cara sentuh rasa di hati<br \/>Ketuk pintu di dalam kalbu yang penuh rahasia ilahi<br \/>Tekan nafsu dengan cara penuh menyadari<br \/>Manusia makhluk yang sangat berarti dalam hidup sejati<\/p>\n<p>Sastra humaniora<br \/>Angkat martabat manusia<br \/>Saling menghargai untuk sesama<br \/>Haluskan perasaan yang tersimpan di dada<br \/>Menyadari tidak ada manusia yang sempurna<br \/>Kecuali para nabi dann rasul yang sudah tidak ada<br \/>Dengan sastra hidup bisa sangat bahagia<br \/>Meski pun banyak kendala yang tidak mudah<br \/>Sastra bisa membantu ciptakan sebuah ukhuawah<\/p>\n<p>Puisi ini untuk kekasih<br \/>Para mahasiswa UIN Maliki<br \/>Fakultas Humbud yang aku cintai<br \/>[hs]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 19\/04. Komunitas Sastra Arab, Ukaz menggelar sebuah pementasan syiir oleh dosen dan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab yang dihelat di depan fakultas Humaniora. Agenda kali ini mengangkat tema dengan tajuk \u201cMaqha al-Adab\u201d atau dalam bahasa Indonesia disebut kafe sastra. Terdapat dua rangkaian acara dalam even ini, yaitu pentas syiir dan diskusi sastra. Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-877","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/877\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}