{"id":8705,"date":"2025-11-10T01:17:33","date_gmt":"2025-11-10T01:17:33","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=8705"},"modified":"2025-11-10T01:18:47","modified_gmt":"2025-11-10T01:18:47","slug":"habiburrahman-el-shirazy-hadir-di-humaniora-tanamkan-spiritualitas-dan-etos-intelektual-bagi-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/habiburrahman-el-shirazy-hadir-di-humaniora-tanamkan-spiritualitas-dan-etos-intelektual-bagi-generasi-muda\/","title":{"rendered":"Habiburrahman El Shirazy Hadir di Humaniora: Tanamkan Spiritualitas dan Etos Intelektual bagi Generasi Muda"},"content":{"rendered":"<p><strong>HUMANIORA<\/strong> \u2013 (10\/11\/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi pusat perhatian dunia sastra dan intelektual Islam nasional. Dalam rangkaian Festival Jazirah Arab (FJA) 2025, tokoh inspiratif Habiburrahman El Shirazy, Lc., M.A., hadir sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional bertema \u201cSastra dan Spiritualitas\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Read too:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/hmps-sastra-inggris-gelar-maliki-english-festival-2025-wadah-kreativitas-dan-sportivitas-generasi-muda\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">HMPS Sastra Inggris Gelar Maliki English Festival 2025: Wadah Kreativitas dan Sportivitas Generasi Muda<\/mark><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/mahasiswa-humaniora-raih-juara-favorit-dalam-ajang-pemilihan-duta-santri-nasional-2025\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Mahasiswa Humaniora Raih Juara Favorit dalam Ajang Pemilihan Duta Santri Nasional 2025<\/mark><\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Seminar yang digelar di ruang teater Fakultas Humaniora tersebut dihadiri ratusan peserta, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga pecinta sastra.<\/p>\n\n\n\n<p>Novelis, dai, sekaligus sutradara yang akrab disapa Kang Abik tersebut merupakan penulis mega-<em>bestseller<\/em> seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan Bumi Cinta. Karya-karyanya telah menginspirasi jutaan pembaca dan menanamkan nilai-nilai dakwah, cinta tanah air, serta spirit berprestasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sesi presentasi, Kang Abik menekankan bahwa seorang intelektual tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga harus memiliki kesadaran moral dan komitmen spiritual.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cApa gunanya seorang intelektual jika tidak peduli dengan lingkungan,\u201d tegasnya, mengingatkan bahwa keberilmuan harus melahirkan kebermanfaatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Kang Abik menyoroti pentingnya menjaga moralitas dan kejujuran sebagai pilar utama karakter cendekiawan muda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGodaan iman tidak hanya dari lawan jenis, tapi juga dari ketidakjujuran. Jika meninggalkan yang haram karena Allah, maka Allah akan datangkan yang halal sebagai gantinya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sesi tanya jawab, ketika ditanya tentang cara menyikapi kritik dan penilaian orang, Kang Abik mengutip hikmah klasik:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c\u0631\u0636\u0627 \u0627\u0644\u0646\u0627\u0633 \u063a\u0627\u064a\u0629 \u0644\u0627 \u062a\u064f\u062f\u0631\u0643 \u2014 Ridha manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau menegaskan bahwa bahkan para nabi pun menghadapi penolakan, sehingga mahasiswa harus belajar menghadapi kritik dengan keteguhan hati dan rasa syukur.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekelas nabi pun banyak yang tidak menyukai, apalagi kita manusia biasa.\u201d<br><\/p>\n\n\n\n<p>Kang Abik berbagi kisah tentang karakter Fahri dalam novel Bumi Cinta\u2014simbol keteguhan iman di tengah modernitas. Ia menekankan bahwa cita-cita butuh kesabaran dan kesungguhan:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetika kita punya mimpi, ibarat telur yang dierami, jangan terburu-buru. Jadilah orang berprestasi, niscaya Allah mudahkan jalan itu.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Di penutup, beliau meninggalkan pesan penting:<br>\u201cSiapa yang mengenal Allah, ia bahagia meski di penjara gelap. Siapa yang lalai, ia sengsara meski hidup di istana megah.\u201d<br><\/p>\n\n\n\n<p>Seminar Nasional FJA 2025 menjadi momen penting bagi mahasiswa Humaniora untuk belajar langsung dari salah satu tokoh sastra Islam terbesar Indonesia. Kehadiran Habiburrahman El Shirazy mempertegas komitmen fakultas dalam menghadirkan ruang pengembangan intelektual yang berlandaskan spiritualitas, integritas, dan kontribusi bagi umat serta bangsa. <strong>(alv)<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMANIORA \u2013 (10\/11\/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menjadi pusat perhatian dunia sastra dan intelektual Islam nasional. Dalam rangkaian Festival Jazirah Arab (FJA) 2025, tokoh inspiratif Habiburrahman El Shirazy, Lc., M.A., hadir sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional bertema \u201cSastra dan Spiritualitas\u201d. Baca juga: Seminar yang digelar di ruang teater Fakultas Humaniora [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8708,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-8705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8705"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8707,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8705\/revisions\/8707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}