{"id":8083,"date":"2025-10-20T04:21:57","date_gmt":"2025-10-20T04:21:57","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=8083"},"modified":"2025-10-20T04:21:57","modified_gmt":"2025-10-20T04:21:57","slug":"buka-fesbud-2025-dekan-humaniora-dekan-humaniora-budaya-adalah-fitrah-dan-cermin-nilai-kemanusiaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/buka-fesbud-2025-dekan-humaniora-dekan-humaniora-budaya-adalah-fitrah-dan-cermin-nilai-kemanusiaan\/","title":{"rendered":"Buka Fesbud 2025, Dekan Humaniora, Dekan Humaniora: Budaya adalah Fitrah dan Cermin Nilai Kemanusiaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>HUMANIORA<\/strong> \u2013 (20\/10\/2025) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi membuka Festival Budaya (Fesbud) Sanjaya 2025 pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Aula Fakultas Humaniora lantai 3 Kampus 3 UIN Malang. Acara yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) ini mengusung tema \u201cLestari Dharma, Nyelaras Budaya Nusantara,\u201d dan menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Humaniora untuk merayakan serta merefleksikan makna kebudayaan dalam kehidupan beragama dan berbangsa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Read too:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/dema-humaniora-gelar-festival-budaya-2025-lestarikan-nilai-dan-harmoni-budaya-nusantara\/\">DEMA Humaniora Gelar Festival Budaya 2025: Lestarikan Nilai dan Harmoni Budaya Nusantara<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/humaniora-academic-expo-2025-generasi-cakap-digital-kreatif-dan-berbudaya\/\">Humaniora Academic Expo 2025: Generasi Cakap Digital, Kreatif, dan Berbudaya<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, menegaskan bahwa budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari fitrah manusia. Menurutnya, budaya lahir dari kebutuhan manusia untuk mengekspresikan diri, berinteraksi, serta membangun makna dalam kehidupan bersama. \u201cSejak awal peradaban, budaya tumbuh seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri\u2014dalam bahasa, seni, adat, simbol, dan perilaku sosial yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-20-at-10.39.00-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8085\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-20-at-10.39.00-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-20-at-10.39.00-300x225.jpeg 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-20-at-10.39.00-768x576.jpeg 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-20-at-10.39.00-16x12.jpeg 16w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/WhatsApp-Image-2025-10-20-at-10.39.00.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Dr. Faisol menjelaskan bahwa agama hadir bukan untuk meniadakan budaya, melainkan untuk menuntun dan menyelaraskannya agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai kebenaran dan kemaslahatan. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah \ufdfa menghargai tradisi masyarakat Arab, tidak dengan menghapusnya, tetapi dengan memperbaiki dan memurnikannya, menjadikannya sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAgama dan budaya bukanlah dua entitas yang harus dipertentangkan,\u201d tegasnya. \u201cAgama adalah cahaya yang menerangi jalan budaya, sementara budaya adalah wadah ekspresi fitrah manusia yang diwarnai oleh nilai-nilai ilahiah. Keduanya saling melengkapi\u2014agama membimbing arah budaya, dan budaya menjadi jembatan agar nilai-nilai agama dapat hidup dan membumi dalam realitas manusia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Pembukaan Festival Budaya Sanjaya 2025 berlangsung khidmat dan inspiratif, dihadiri oleh jajaran dekanat, dosen, serta ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Melalui kegiatan ini, Fakultas Humaniora menegaskan kembali komitmennya untuk menumbuhkan kesadaran budaya yang berakar pada nilai-nilai humanis dan spiritual, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai penjaga warisan nilai luhur bangsa di tengah dinamika globalisasi. <strong>(al)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMANIORA \u2013 (20\/10\/2025) Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi membuka Festival Budaya (Fesbud) Sanjaya 2025 pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Aula Fakultas Humaniora lantai 3 Kampus 3 UIN Malang. Acara yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) ini mengusung tema \u201cLestari Dharma, Nyelaras Budaya Nusantara,\u201d dan menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8084,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-8083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8083"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8083\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8086,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8083\/revisions\/8086"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}