{"id":783,"date":"2016-02-25T09:45:56","date_gmt":"2016-02-25T09:45:56","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=706"},"modified":"2016-02-25T09:45:56","modified_gmt":"2016-02-25T09:45:56","slug":"sepak-terjang-mahasiswa-humaniora-di-kemenlu-ri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/sepak-terjang-mahasiswa-humaniora-di-kemenlu-ri\/","title":{"rendered":"Sepak Terjang Mahasiswa Humaniora di Kemenlu RI"},"content":{"rendered":"<p>Eksistensi mahasiswa UIN Maliki Malang, khususnya Fakultas Humaniora tidak boleh dipandang sebelah mata lagi. Hal itu terbukti dari semakin banyaknya mahasiswa yang mempunyai kredibilitas dalam menembus lembaga untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL). Seperti yang diperlihatkan oleh lima mahasiswa ketika menunjukkan sepak terjang mereka di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta selama sebulan lebih (2\/1 \u2013 13\/2).<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Keberhasilan mereka bisa menembus dan menunjukkan kompetensi mereka di Kementerian Luar Negeri merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Pasalnya, secara tidak langsung mereka sudah bisa bersejajar dengan mahasiswa dari perguruan tinggi top lainnya.\u201d Praktik ini sudah menjadi bukti bahwa kita sudah sejajar dengan Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negri Solo. Meskipun kita bukan mahasiswa komunikasi ataupun hubungan international,\u201d jelas Iqbal Bulgini, salah satu peserta PKL.<\/p>\n<p>Selain itu, para mahsiswa yang terdiri atas Achmad Sirojul Munir, Fitrah Ramadan, Nurtamin, Iqbal Bulgini, dan Aditya Rama tentunya telah mendapatkan banyak pengalaman kerja dan kegiatan yang mampu membuat mereka menjadi lebih profesional. \u201cAlhamdulillah bisa belajar banyak dari orang-orang Kemenlu. Kita mendapatkan banyak pengalaman yang melatih kita untuk bisa menjadi seorang professional, khususnya dalam menangani pekerjaan kenegaraan,\u201d papar Nurtamin.<\/p>\n<p>Bahkan, menurut Iqbal, kegiatan PKL yang diikutinya memberikan kesempatan dirinya dan kawan-kawan untuk menjadi diplomat, karena secara tidak langsung mereka juga ditugaskan untuk menangani hak hukum WNI (Warga Negara Indonesia), khususnya WNI yang ingin mendapatkan pekerjaan di luar Negrei. \u201dSaya berbicara seperti ini karena kebetulan saya mendapat tugas di bagian Direktorat Perlindungan Warga Negara Republik Indonesia dan Bagian Hukum Indonesia,\u201d jelas mahasiswa yang pernah aktif di Dema Fakultas Humaniora ini.<\/p>\n<p>Pun demikian dengan Fitrah Ramadhan, mahsiswa asal Bima yang sudah belajar di Fakultas Humaniora ini menyatakan bahwa dia dan temannya tidak hanya belajar tentang ilmu dan pengalaman di Bagian Hukum Indonesia saja, namun bagaimana menangani dan menghadapi orang dari berbagai macam latar belakang. \u201dIbu Kemenlu, Retno. L.P. Marsudi pun berpesan kepada kami untuk senantiasa membuat langkah-langkah secara cermat dan terukur untuk menggapai cita-cita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain Ibu Kemenlu, ada juga Kepala Fasilitas media, Bob Felix Tobing yang mengaku sangat senang bisa bekerjasama dengan para mahasiswa, khususnya dari UIN. \u201dKeberadaan kalian di sini sangat membantu, dan kami yakin kalian nantinya bisa menjadi orang-orang penting. Setelah dari sini, semoga kalian bisa menjadi orang-orang yang sukses di masa depan.\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Meskipun kegiatan tersebut telah usai, namun para mahasiwa tersebut beraharap, khususnya bagi mahasiswa adik kelas yang akan melakukan kegiatan PKL lagi, untuk bisa kembali berperan di Kemenlu Republik Indonesia. \u201dKami berharap, semoga di lain waktu kita ataupun mahasiswa UIN lainnya bisa bersilaturahmi dan bekerja sama kembali,\u201d kata Felix kepada para mahasiswa. (ir\/rif)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eksistensi mahasiswa UIN Maliki Malang, khususnya Fakultas Humaniora tidak boleh dipandang sebelah mata lagi. Hal itu terbukti dari semakin banyaknya mahasiswa yang mempunyai kredibilitas dalam menembus lembaga untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL). Seperti yang diperlihatkan oleh lima mahasiswa ketika menunjukkan sepak terjang mereka di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta selama sebulan lebih (2\/1 \u2013 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-783","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/783\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}