{"id":750,"date":"2015-06-08T16:55:09","date_gmt":"2015-06-08T16:55:09","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=691"},"modified":"2015-06-08T16:55:09","modified_gmt":"2015-06-08T16:55:09","slug":"nus-kagum-dan-terkesan-dengan-uin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/nus-kagum-dan-terkesan-dengan-uin\/","title":{"rendered":"NUS Kagum dan Terkesan dengan UIN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya mampu memikat para mahasiswa di Indonesia untuk belajar di satu-satunya kampus Islam negeri di Kota Malang itu. Namun, UIN juga mampu memikat delapan Mahasiswa National University of Singapore untuk melakukan studi Pendidikan dan Kebudayaan di UIN selama dua minggu (26 Mei \u2013 8 Juni). Tak hanya belajar, merekapun mengaku sangat kagum dan terkesan dengan kampus UIN dan juga kota Malang.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan, selama belajar di UIN mereka tidak mengira bakal mendapatkan banyak hal yang membuat mereka betah di UIN.\u201dOrang-orang di Malang sangat ramah \u2013 ramah dan santun, apalagi pelayanan dari kampus UIN, kami sangat senang bisa berada di Malang dan belajar di UIN, terang Muhammad Hanif salah satu mahasiswa ketika menyampaikan sambutan dalam malam perpisahan, (7\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahasiswa semester enam dari Fakultas Pengajian Bahasa Melayu ini juga mengaku sangat terkesan, bahkan dia dan teman-temannya tidak menyangka akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang pendidikan dan budaya Indonesia, meskipun hanya belajar di Malang saja.\u201dKami senang sangat ada di sini, boleh belajar tari, seni, karawitan, belajar bahasa Indonesia, dan pergi ke tempat wisata. Malang is our second home,\u201d tambahnya dengan logat Bahasa Melayu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senada dengan Hanif, teman sebayanya, Amira mengatakan bahwa selama melakukan studi banding degan beberapa instansi, UIN lah yang menurutnya paling bagus, khususnya ketika memberikan pelayanan terhadap tamu.\u201dKami kagum sangat dengan orang-orang di UIN. Semuanya comel-comel, dan baik sangat,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pun begitu juga yang diungkapkan oleh pembimbing mereka, Azhar Ibrahim. Menurutnya, selama dua minggu belajar di UIN, baik pelayanan dan juga fasilitas yang diberikan kampus tersebut sangatlah memuaskan,\u201d Ini adalah pelayanan terbaik selama kita melakukan pertukaran pelajar,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bapak yang akrab disapa Pak Azhar ini mengatakan bahwa semua yang ada di Malang sudah mewakili Indonesia.\u201dMungkin ini anugerah bagi kita, karena di sini semua ada di Malang. Budaya, agama, santri, tari, karawitan, seni, pariwisata, bahkan dari pasar tradisional hingga yang modern seperti mall,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pihak Fakultas Humaniora yang diwakili oleh Dekan, Dr. Istiadah, MA mengaku sangat berterima kasih karena telah percaya memilih kampus UIN sebagai jujukan. \u201cSemoga nanti akan ada mahasiswa dari NUS lagi, dan kita akan bisa saling bertukar banyak hal , serta lebih meng<em>explore<\/em>\u00a0budaya lagi, khususnya Indonesia,\u201d terang Istiadah ketika menyampaikan sambutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senada dengan Istiadah, Rektor UIN pun mengaku sangat senang dengan program yang dilakukan oleh Fakultas Humaniora. Orang nomor satu di UIN ini berharap kerja sama tersebut bisa terus berjalan dan bisa mempererat tali silaturrahmi antar kedua instansi.\u201dKita harap nanti ada mahasiswa Fakultas Humaniora yang juga bisa belajar di NUS seperti saat ini,\u201d harapnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya mampu memikat para mahasiswa di Indonesia untuk belajar di satu-satunya kampus Islam negeri di Kota Malang itu. Namun, UIN juga mampu memikat delapan Mahasiswa National University of Singapore untuk melakukan studi Pendidikan dan Kebudayaan di UIN selama dua minggu (26 Mei \u2013 8 Juni). Tak hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-750","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=750"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/750\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}