{"id":619,"date":"2014-03-15T22:20:16","date_gmt":"2014-03-15T22:20:16","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=585"},"modified":"2014-03-15T22:20:16","modified_gmt":"2014-03-15T22:20:16","slug":"mahasiswi-bsi-raih-program-jenesys-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/mahasiswi-bsi-raih-program-jenesys-2014\/","title":{"rendered":"Mahasiswi BSI Raih Program JENESYS 2014"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) ternyata tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik kampus saja. Itu dibuktikan oleh Enita Rahmah \u00a0yang mempu mengikuti kegiatan eksternal kampus yang terbaru yang go internasional. Tak tanggung \u2013 tanggung, mahasiswi yang akrab disapa Enita ini berhasil mengikuti program JENESYS (Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youth), 23 Februari &#8211; 4 Maret 2014.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.3em;\">Program yang diselenggrakan atas kerjasama UIN Syarif Hidayatullah dengan JICE (Japan International Cooperation Center) ini bertujuan untuk mengenalkan Budaya Jepang kepada pemuda-pemuda Indonesia. \u201cProgram ini dikhususkan untuk mahasiswa muslim, dan Alhamdulillah saya bisa berhasil\u201d, ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.3em;\">Mahasiswi yang akrab dipanggil Enita ini, menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari UIN Maliki Malang, setelah melalui dua tahap seleksi. Dara asal Jawa Tengah ini berhasil menjadi \u00a0peserta yang beruntung dari 96 peserta terpilih yang berhasil menyisihkan sekitar 5000 pendaftar. \u201cDalam program ini, kita bertukar budaya tepatnya di dua kota yakni, Osaka dan Tokyo,\u201d jelas Enita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.3em;\">Dalam kunjungannya ke jepang, mahasiswi semester 6 ini berkesempatan mengunjungi beberapa tempat penting dan bersejarah. Mulai dari Museum Edo Tokyo, Kuil Shinto, Harajuku, Hagoromo Kokusai University, Kantor Pemkot Osaka, Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang serta tempat-tempat bersejarah lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.3em;\">Selain itu, dia juga berkesempatan untuk mengenal masyarakat jepang secara langsung melalui kegiatan Home Stay yang berlangsung selama 2hari 2 malam. \u201dDi rumah tempat saya tinggal, pemiliknya sangat memperhatikan toleransi kepada kami yang beragama islam, bahkan mereka rela mengungsikan anjing peliharaan mereka selama kami tinggal di rumah mereka\u201d, ujarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.3em;\">Ketika ditanya mengenai hal paling berkesan tentang Jepang, mahasiswi yang memiliki hobi menari ini memaparkan bahwa sesibuk apapun orang Jepang, mereka tetap mendahulukan kepentingan orang lain. \u201cJika orang Indonesia terkenal dengan keramahannya, maka orang jepang terkenal dengan disiplin waktunya yang benar-benar ketat\u201d, tambahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.3em;\">Sebagai follow up dari kegiatan ini, para peserta diwajibkan membuat satu essai yang berisikan tentang kegiatan mereka selama di Jepang, serta berpartisipasi dalam pengelolaan website tentang Jepang (http:\/\/www.its-japan.tk). Selain itu, mereka juga diwajibkan membagi pengalaman selama di Jepang kepada orang-orang sekitar di Indonesia. \u201cUntuk tugas yang ini, saya berencana untuk mempresentasikan hasil kunjungan saya ke Jepang kepada teman-teman di kelas public speaking\u201d, ungkapnya. (al)<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) ternyata tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik kampus saja. Itu dibuktikan oleh Enita Rahmah \u00a0yang mempu mengikuti kegiatan eksternal kampus yang terbaru yang go internasional. Tak tanggung \u2013 tanggung, mahasiswi yang akrab disapa Enita ini berhasil mengikuti program JENESYS (Japan East Asia Network of Exchange for Students and [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-619","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=619"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/619\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}