{"id":3760,"date":"2025-07-29T03:14:29","date_gmt":"2025-07-29T03:14:29","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=3760"},"modified":"2025-07-29T04:09:11","modified_gmt":"2025-07-29T04:09:11","slug":"telurkan-karya-inspiratif-mahasiswa-humaniora-terbitkan-buku-setitik-air-di-latuan-makna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/telurkan-karya-inspiratif-mahasiswa-humaniora-terbitkan-buku-setitik-air-di-latuan-makna\/","title":{"rendered":"Telurkan Karya Inspiratif, Mahasiswa Humaniora Terbitkan Buku Setitik Air Di Latuan Makna"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" data-id=\"3762\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3762\"\/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p><strong>HUMANIORA <\/strong>\u2013 (29\/7\/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui kiprah mahasiswa di bidang literasi. Kali ini, Marshall Ilmie El Azyzie, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester akhir, berhasil menelurkan karya inspiratif bertajuk <em>\u201cSetitik Air\u201d Di Latuan Makna, Menjadi Arus Kecil Yang Menggerakkan Samudera Kebaikan<\/em>. Buku ini diterbitkan oleh CV Faith Book Adidaya Group, Yogyakarta, dan menjadi representasi kuat atas kecakapan literasi dan kepekaan humaniora yang diasah di lingkungan akademik Humaniora.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"859\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-2-1024x859.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3761\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-2-1024x859.jpg 1024w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-2-300x252.jpg 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-2-768x644.jpg 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-2-1536x1288.jpg 1536w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-2-2048x1718.jpg 2048w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Marshal-2-14x12.jpg 14w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam karya perdananya ini, Marshall tidak sekadar menulis, tetapi mengalirkan renungan-renungan mendalam tentang makna kebermanfaatan hidup. Buku ini menjungkirbalikkan pemahaman umum bahwa menjadi berarti harus selalu dikaitkan dengan pencapaian besar atau sorotan publik. Sebaliknya, <em>\u201cSetitik Air\u201d<\/em> menghadirkan narasi yang mengajak pembaca untuk melihat kembali hakikat keberadaan diri: hadir secara utuh dan tulus dalam kehidupan orang lain, meski dalam bentuk paling sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTak semua orang ditakdirkan jadi ombak besar. Tapi setiap orang bisa memilih untuk jadi setitik air yang tahu ke mana ia mengalir,\u201d tulis Marshall dalam salah satu bagian reflektif buku tersebut. Kalimat ini menjadi semacam benang merah yang merangkai keseluruhan isi buku, yakni menyadarkan bahwa menjadi berguna tidak harus selalu monumental, tetapi bisa sangat personal dan kontekstual.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses kreatifnya, Marshall mengakui bahwa inspirasi buku ini datang dari perenungan terhadap dinamika kehidupan mahasiswa, interaksi sosial, serta pembelajaran yang ia dapatkan selama menempuh studi di Fakultas Humaniora. \u201cSaya merasa bahwa menulis adalah cara saya menyuarakan sesuatu yang tidak bisa saya sampaikan secara langsung, tetapi bisa dirasakan oleh orang lain lewat kata,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Buku ini juga tidak menampilkan nasihat yang menggurui. Sebaliknya, <em>\u201cSetitik Air\u201d<\/em> menyajikan pengalaman, kegelisahan, dan pemikiran yang mengundang pembaca untuk merefleksikan sendiri jalan hidup mereka. Dengan gaya penulisan yang jernih dan kontemplatif, buku ini mampu menjangkau pembaca lintas usia dan latar belakang, menjadikannya bukan hanya bacaan inspiratif, tetapi juga pengingat yang lembut untuk tetap terhubung dengan nilai-nilai kebaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan Marshall Ilmie dalam menulis dan menerbitkan buku ini sekaligus mencerminkan visi Fakultas Humaniora dalam membentuk generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual yang tinggi. Prestasi ini menjadi bukti bahwa ruang-ruang belajar di Fakultas Humaniora tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga penutur makna, pembawa perubahan, dan penulis masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui buku ini, Marshall mengajak kita semua untuk percaya bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan niat baik akan berkontribusi pada arus besar perubahan. Dan dari Fakultas Humaniora, \u201csetitik air\u201d itu kini telah mulai mengalir, membawa pesan kebaikan ke samudera yang lebih luas. <strong>[al]<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMANIORA \u2013 (29\/7\/2025) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui kiprah mahasiswa di bidang literasi. Kali ini, Marshall Ilmie El Azyzie, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab semester akhir, berhasil menelurkan karya inspiratif bertajuk \u201cSetitik Air\u201d Di Latuan Makna, Menjadi Arus Kecil Yang Menggerakkan Samudera Kebaikan. Buku ini diterbitkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3778,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-3760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3760"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3777,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3760\/revisions\/3777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}