{"id":245,"date":"2012-11-06T08:58:52","date_gmt":"2012-11-06T08:58:52","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=245"},"modified":"2012-11-06T08:58:52","modified_gmt":"2012-11-06T08:58:52","slug":"diskusi-peta-keilmuan-bahasa-dosen-hudaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/diskusi-peta-keilmuan-bahasa-dosen-hudaya\/","title":{"rendered":"Diskusi Peta Keilmuan Bahasa Dosen Hudaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Untuk meningkatkan pengetahuan tentang kajian bahasa, fakultas Humaniora dan Budaya (Hudaya) sebagai fakultas yang menaungi jurusan yang fokus kepada pengembangan kebahasaan, mengajak para dosen mereka untuk berdiskusi tentang \u201cPeta Keilmuan Bahasa\u201d Jumat, 02\/11. Dalam acara yang bertajuk Forum Fakultas ini, beberapa dosen dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, serta Bahasa dan Sastra Arab berdiskusi langsung dengan salah satu pakar bahasa, Prof. Bahren Umar Siregar, Ph.D.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam diskusi yang bertempat di ruang dosen lantai satu fakultas Hudaya ini, dosen ketua program linguistik pasca sarjana Unika Atmajaya ini menjelaskan secara panjang lebar mengenai pemetaan linguistik, khususnya bahasa Indonesia, mulai dari sistem dan fungsi bahasa, objek kajian bahasa, hingga contoh penggunaan bahasa. \u201dada dua fungsi dalam berbahasa, kompetensi dan kinerja, masing-masing fokus terhadap pengetahuan bahasa dan penggunaan bahasa atau bagaimana kita mempraktekannya,\u201d jelas bapak yang sudah tiga kali berkunjung ke fakultas Hudaya ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, bapak yang akrab disapa dengan pangilan Pak Bahren ini juga menjelaskan mengenai pemerian bahasa, yaitu mengenai pemerian pengetahuan yang dimiliki oleh penutur bahasa tentang bahasanya. Menurutnya, ada tiga tingkat kecukupan dalam pemerian bahasa, yaitu kecukupan eksploratif (observational), kecukupan deskriptif, serta kecukupan eksplanatoris. \u201dTiga kecakupan di atas, digunakan dalam penelitian mahasiswa, baik dari S1, S2, serta S3,\u201d papar bapak yang mendapatkan gelar doktor (S3) tanpa menempuh gelar master (S2) tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, para dosen Hudaya juga diberikan bagan tentang bahasa, tepatnya berupa bentuk bahasa, serta fungsi bahasa. Menurutnya, bentuk bahasa berupa sistem, yaitu bunyi, kata, kalimat, serta makna. Sedangkan fungsi bahasa berupa prinsip, yaitu percakapan, media, sastra, politik, serta kuliah. \u201cSalah satu penggunaanya adalah bahasa metafora yang sering digunakan oleh pemerintah,\u201d ujarnya. Setelah itu bapak Bahren juga menjelaskan mengenai beberapa fungsi bahasa, seperti interpersonal, direktif, referensial, serta imajinatif. \u201cBahasa juga digunakan sebagai pandangan intraksional, yaitu bagaimana kita memelihara hubungan antar pribadi dalam melakukan transaksi sosial individu,\u201d tambah bapak yang menyelesaikan S3 di Monash University ini. (rif)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk meningkatkan pengetahuan tentang kajian bahasa, fakultas Humaniora dan Budaya (Hudaya) sebagai fakultas yang menaungi jurusan yang fokus kepada pengembangan kebahasaan, mengajak para dosen mereka untuk berdiskusi tentang \u201cPeta Keilmuan Bahasa\u201d Jumat, 02\/11. Dalam acara yang bertajuk Forum Fakultas ini, beberapa dosen dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, serta Bahasa dan Sastra [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-245","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/245","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=245"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/245\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=245"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=245"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=245"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}