{"id":2138,"date":"2024-06-05T03:21:20","date_gmt":"2024-06-05T03:21:20","guid":{"rendered":"https:\/\/migrate-humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=2138"},"modified":"2024-06-05T03:21:20","modified_gmt":"2024-06-05T03:21:20","slug":"naratologi-ilmu-penting-untuk-membedah-berbagai-genre-cerita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/naratologi-ilmu-penting-untuk-membedah-berbagai-genre-cerita\/","title":{"rendered":"Naratologi: Ilmu Penting untuk Membedah Berbagai Genre Cerita"},"content":{"rendered":"<p>\u00a0<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\"><strong>HUMANIORA<\/strong> \u2013 (5\/6\/2024) Naratologi merupakan ilmu penting untuk membedah berbagai genre cerita. Naratologi bisa menjangkau berbagai model cerita, dari dongeng klasik, seperti bentuk-bentuk folklore, hingga genre cerita modern dan eksperimental. Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Humaniora, Misbahus Surur, M.Pd. dalam Lecturer Mobility di Prodi BSA, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Selasa, 4 Juni 2024. <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">Dalam kuliah tamu tersebut, Misbahus Surur menyampaikan materi ihwal seluk beluk cerita dan bagaimana cara membedah berbagai model cerita dengan pendekatan ilmu naratologi. Kuliah tamu itu dihadiri oleh mahasiswa Prodi BSA UIN Bandung khususnya semester 4, dengan begitu antusias.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u201cAda dua model cerita dalam penelitian ilmu naratologi. Pertama penyelidikan terhadap bentuk adaptasi kisah-kisah dongeng dalam cerita modern dari model tradisional, kedua adalah penyelidikan terhadap karya sastra melalui kesejajaran aspek fabula atau bahan baku ceritanya dan sujet-nya atau bagaimana cerita itu dikisahkan. Masing-masing model tersebut, memiliki tokoh-tokoh pentingnya sendiri. Yang pertama, misalnya, diteorikan oleh Propp dan Genette, sementara yang kedua dikembangkan oleh teoretikus semacam Todorov dan Genette\u201d jelas Surur.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u00a0<\/span>\u201cBagi yang ingin membedah karya fiksi berdasarkan struktur ceritanya, sekaligus yang ingin menguasai teknik bercerita, mutlak ilmu naratologi harus dikuasai&#8221; tegas Surur.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u00a0<\/span>Dalam sesi tanya jawab, para mahasiswa serempak mengangkat tangan berebut bertanya. Kebanyakan pertanyaan yang muncul, sharing pengalaman mereka dalam membaca cerita dan bagaimana cara mendekati model-model cerita yang mereka baca menggunakan sudut pandang naratologi.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u00a0<\/span>Menurut Muhammad Ryan, salah seorang mahasiswa BSA UIN SGD yang mengikuti kelas tersebut, ia baru tahu kalau ternyata ada teori khusus bernama naratologi untuk membedah unsur-unsur instrinsik cerita sampai sejauh itu.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u201cSelama ini, saya hanya tahu pendekatan strukturalisme saja dalam menganalisa sastra\u201d, ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">Sementara menurut, Marisa, mahasiswi UIN SGD sekelas dengan Ryan, setelah mencermati materi kuliah tersebut, ia jadi paham bahwa untuk membedah struktur karya sastra supaya bisa diungkap secara maksimal, perlu digunakan ilmu naratologi yang fokus ke aspek narasinya.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u00a0<\/span>\u201cKuliah tamu ini sangat membuka wawasan kami tentang bagaimana menganalisis cerita-cerita Arab\u201d ujar Marisa.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u00a0<\/span>Sementara itu, Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab UIN Bandung, Ustadz H. Mawardi, MA, dalam sambutannya ketika mengawali kuliah, sambil ikut mempromosikan buku Misbahus Surur berjudul \u201cBentangan Sastra Arab dan Barat\u201d di hadapan para mahasiswanya. Ia mengatakan sangat senang dengan adanya kuliah tersebut. Ia senang ada perkenalan teori-teori yang masih jarang digunakan, terutama untuk bekal menulis skripsi atau tugas akhir di prodi BSA.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\" style=\"text-align: justify;\"><span lang=\"IN\">\u201cSemoga kuliah tamu ini dapat memberikan bekal bagi mahasiswa Prodi BSA UIN Bandung untuk lebih memahami karya sastra dan mampu membedah berbagai genre cerita dengan menggunakan ilmu naratologi\u201d, harapnya.<\/span><span style=\"mso-ansi-language: EN-ID;\">\u00a0[al].<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 HUMANIORA \u2013 (5\/6\/2024) Naratologi merupakan ilmu penting untuk membedah berbagai genre cerita. Naratologi bisa menjangkau berbagai model cerita, dari dongeng klasik, seperti bentuk-bentuk folklore, hingga genre cerita modern dan eksperimental. Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Humaniora, Misbahus Surur, M.Pd. dalam Lecturer Mobility di Prodi BSA, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-2138","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2138"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2138\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}