{"id":19502,"date":"2026-09-09T07:45:00","date_gmt":"2026-09-09T00:45:00","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=19502"},"modified":"2026-09-08T18:12:22","modified_gmt":"2026-09-08T11:12:22","slug":"dari-ruang-kuliah-menuju-perspektif-global-sastra-inggris-perkuat-atmosfer-internasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/dari-ruang-kuliah-menuju-perspektif-global-sastra-inggris-perkuat-atmosfer-internasional\/","title":{"rendered":"Dari Ruang Kuliah Menuju Perspektif Global, Sastra Inggris Perkuat Atmosfer Internasional"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HUMANIORA<\/strong> \u2013 <strong>(9\/9\/2026)<\/strong> Pengalaman internasional bagi mahasiswa tidak selalu harus dimulai dengan naik pesawat dan belajar di luar negeri. Atmosfer global juga dapat dibangun dari ruang kelas ketika mahasiswa bertemu dengan orang dari latar budaya berbeda, menggunakan bahasa Inggris secara langsung, bertukar gagasan, dan berani menyampaikan pandangannya (7\/9).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/international-scholars-engagement-university-of-york-bekali-mahasiswa-humaniora-strategi-membaca-karya-sastra\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Dari Membaca ke Memaknai, Mahasiswa Sastra Inggris Belajar Bersama Pakar dari University of York<\/mark><\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/22-hari-di-prawet\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">22 Hari di Prawet<\/mark><\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman tersebut dirasakan ratusan mahasiswa <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang<\/mark><\/a> dalam <em>International Scholar Engagement<\/em> bersama Jemima Holliday dan Freya Lovstrom dari University of York, Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan bertema<em> \u201cReading Literature Effectively: Strategies for Understanding and Appreciating Literary Works\u201d<\/em><strong>,<\/strong> mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai strategi memahami karya sastra. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi mereka untuk mengalami komunikasi akademik lintas budaya secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"903\" height=\"507\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/HUM8084.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-19503\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/HUM8084.jpg 903w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/HUM8084-300x168.jpg 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/HUM8084-18x10.jpg 18w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/HUM8084-768x431.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 903px) 100vw, 903px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Foto : Interaksi antara peserta dan pemateri menjadi bagian penting dalam memperdalam pemahaman tentang strategi membaca karya sastra secara kritis, interpretatif, dan apresiatif.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahasa Inggris yang selama ini dipelajari di kelas hadir dalam fungsi yang sesungguhnya untuk mendengarkan, bertanya, menyampaikan pendapat, merespons gagasan, dan membangun percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi mahasiswa yang masih berada pada tahap awal perjalanan akademik, pengalaman tersebut memiliki arti tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbicara menggunakan bahasa Inggris di hadapan orang lain tidak selalu mudah. Ada kekhawatiran memilih kosakata yang kurang tepat, melakukan kesalahan tata bahasa, atau tidak mampu menyampaikan gagasan sebagaimana yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-11.38.31-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-19505\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-11.38.31-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-11.38.31-300x225.jpeg 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-11.38.31-768x576.jpeg 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-11.38.31-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-11.38.31-16x12.jpeg 16w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-11.38.31.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Foto : Narasumber, Dosen, dan Mahasiswa Fakultas Humaniora dalam kegiatan bertajuk \u201cReading Literature Effectively Strategies for Understanding and Appreciating Literary Works\u201d.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kemampuan berbahasa tidak akan berkembang jika hanya disimpan sebagai pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Program Studi Sastra Inggris<\/mark><\/a> berupaya menghadirkan ruang yang memungkinkan mahasiswa membangun kepercayaan diri melalui pengalaman komunikasi yang nyata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Program Studi Sastra Inggris<\/mark><\/a>, Dr. Agwin Degaf, M.A., menegaskan bahwa atmosfer semacam ini memang ingin diperkenalkan sejak mahasiswa berada di semester pertama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSejak semester pertama, kami ingin mahasiswa <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Sastra Inggris<\/mark><\/a> merasakan bahwa mereka menjadi bagian dari lingkungan akademik yang terbuka dan berorientasi internasional. Kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan wawasan tentang bagaimana membaca dan memahami karya sastra secara efektif, tetapi juga membangun keberanian mahasiswa untuk berinteraksi, berdiskusi, dan menggunakan bahasa Inggris secara langsung. Kami berharap pengalaman ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan akademik mereka di <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Program Studi Sastra Inggris<\/mark><\/a>,\u201d ungkap Agwin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya dipahami sebagai mobilitas mahasiswa ke luar negeri. <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Program studi Sastra Inggris<\/mark><\/a> juga dapat membawa pengalaman internasional lebih dekat kepada mahasiswa dengan menciptakan perjumpaan akademik di dalam kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran Jemima Holliday dan Freya Lovstrom menjadi salah satu bentuk pengalaman tersebut. Mahasiswa bertemu dengan perspektif yang berbeda sekaligus mendapatkan kesempatan untuk membawa pandangan mereka sendiri ke dalam percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan lintas budaya seperti ini penting bagi mahasiswa <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Sastra Inggris<\/mark><\/a>. Mereka mempelajari bahasa yang digunakan secara global sekaligus berhadapan dengan karya sastra yang lahir dari beragam konteks sosial dan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa tidak cukup hanya fasih berbicara. Mereka juga perlu mampu menerima perspektif lain, membandingkan gagasan, membangun argumentasi, dan menyampaikan pandangan secara terbuka dalam lingkungan yang beragam. Materi kegiatan memang menempatkan interaksi lintas budaya sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mendengarkan sekaligus membawa perspektif mereka sendiri ke dalam diskusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Program Studi Sastra Inggris<\/mark><\/a>, pengalaman semacam ini menjadi salah satu cara membangun ekosistem akademik yang berorientasi internasional dari lingkungan terdekat mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa tidak harus menunggu kesempatan <em>student exchange<\/em> atau program luar negeri untuk mulai berinteraksi dalam atmosfer global. Pengalaman itu dapat dimulai dari auditorium kampus, melalui keberanian mengangkat tangan, mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris, mendengarkan jawaban, dan terlibat dalam diskusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program studi berharap proses itu terus berkembang sepanjang perjalanan akademik mahasiswa. Kemampuan bahasa yang semakin baik perlu berjalan berdampingan dengan kemampuan berpikir kritis, memahami teks, membaca keragaman budaya, dan berkomunikasi dalam lingkungan global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui <em>International Scholar Engagement<\/em>, internasionalisasi akhirnya hadir dalam bentuk yang konkret dan dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya istilah dalam dokumen akademik, tetapi pengalaman bertemu, mendengarkan, berbicara, dan bertukar perspektif dengan orang dari lingkungan internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi ratusan mahasiswa <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/sasing\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Sastra Inggris<\/mark><\/a> yang hadir, pertemuan bersama <em>international scholars<\/em> University of York tersebut dapat menjadi langkah awal. Hari itu mereka belajar tentang sastra, tetapi pada saat yang sama juga belajar sesuatu yang lebih luas berani menggunakan bahasa Inggris dan menempatkan diri sebagai bagian dari komunitas akademik yang terbuka terhadap dunia. <strong>[sof\/Infopub]<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HUMANIORA \u2013 (9\/9\/2026) Pengalaman internasional bagi mahasiswa tidak selalu harus dimulai dengan naik pesawat dan belajar di luar negeri. Atmosfer global juga dapat dibangun dari ruang kelas ketika mahasiswa bertemu dengan orang dari latar budaya berbeda, menggunakan bahasa Inggris secara langsung, bertukar gagasan, dan berani menyampaikan pandangannya (7\/9). Baca juga: Pengalaman tersebut dirasakan ratusan mahasiswa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":19504,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[13,635],"tags":[],"class_list":["post-19502","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-sastra-inggris"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19502"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19508,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19502\/revisions\/19508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}