{"id":19102,"date":"2026-08-19T15:44:07","date_gmt":"2026-08-19T08:44:07","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=19102"},"modified":"2026-08-19T15:45:04","modified_gmt":"2026-08-19T08:45:04","slug":"empat-warna-satu-semangat-ketika-sport-week-mengajarkan-arti-kebersamaan-di-sekolah-thailand","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/berita\/empat-warna-satu-semangat-ketika-sport-week-mengajarkan-arti-kebersamaan-di-sekolah-thailand\/","title":{"rendered":"Empat Warna, Satu Semangat: Ketika Sport Week Mengajarkan Arti Kebersamaan di Sekolah Thailand"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SONGKHLA\u2013YALA<\/strong>, <strong>Thailand<\/strong>\u2014 Lapangan sekolah berubah menjadi arena penuh warna. Biru, merah, hijau, dan kuning tampak memenuhi ruang kegiatan Chariyatham Suksa Foundation School, Chana District, Songkhla selama lima hari, 27\u201331 Juli 2026. Di balik warna-warna tersebut, para siswa berlari, bermain voli, bertanding badminton, melakukan tolak peluru, hingga meneriakkan yel-yel kelompok. Bagi empat peserta <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">I-SMASH Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang<\/mark><\/a>, yaitu Catrina Syachviendra, Salsabila Firdaus, Maura Hanifa, dan Farah Dzakiyah yang mengikuti dan mendokumentasikan kegiatan itu, Sport Week bukan sekadar pekan olahraga, tetapi sebuah jendela untuk melihat bagaimana kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas dibangun dalam kehidupan sekolah di Thailand.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/dari-latihan-ke-panggung-i-smash-fakultas-humaniora-bangun-kepercayaan-diri-siswa-thailand-berbahasa-inggris\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Dari Latihan ke Panggung: I-SMASH Fakultas Humaniora Bangun Kepercayaan Diri Siswa Thailand Berbahasa Inggris<\/mark><\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/berita\/ketika-adat-bertemu-alam-pesan-humaniora-di-balik-defile-minangkabau\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Ketika \u201cAdat\u201d Bertemu \u201cAlam\u201d: Pesan Humaniora di Balik Defile Minangkabau<\/mark><\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sport Week merupakan agenda tahunan Chariyatham Suksa Foundation School yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Seluruh siswa dibagi ke dalam empat kelompok warna: biru, merah, hijau, dan kuning. Mereka kemudian mengikuti berbagai pertandingan untuk mengumpulkan poin bagi kelompok masing-masing. Pembagian warna itu membuat setiap pertandingan terasa lebih dari sekadar kompetisi individu. Ketika seorang siswa bertanding, ada kelompok yang ikut merasa menang atau kalah bersamanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"775\" height=\"581\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-3-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-19106\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-3-edited.png 775w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-3-edited-300x225.png 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-3-edited-768x576.png 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-3-edited-16x12.png 16w\" sizes=\"(max-width: 775px) 100vw, 775px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Foto : Rangkaian kegiatan Chariyatham Suksa Foundation School<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian kegiatan dimulai pada Senin dengan pembukaan Sport Week untuk siswa putra yang dikemas menyerupai upacara. Para siswa dari berbagai jenjang berkumpul sebelum pertandingan dimulai. Senin dan Selasa kemudian menjadi arena kompetisi bagi siswa putra. Pada Rabu, suasana kembali semarak ketika Sport Week dibuka untuk siswa putri, siswa sekolah dasar, dan taman kanak-kanak. Masing-masing kelompok warna menampilkan bendera mereka dalam sebuah pembukaan yang memperlihatkan semangat dan identitas kelompok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi peserta <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/i-smash\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">I-SMASH<\/mark><\/a>, empat warna tersebut menjadi salah satu hal yang menarik untuk diamati. Warna tidak hanya menjadi tanda pembagian kelompok, tetapi juga menjadi identitas bersama yang mendorong siswa untuk saling mendukung. Ketika seorang siswa bertanding, teman-temannya memberikan semangat dari sisi lapangan. Ketika sebuah kelompok memenangkan pertandingan, kemenangan itu dirayakan bersama. Dari situ terlihat bahwa olahraga di sekolah dapat menjadi medium untuk belajar mengenai kerja sama dan rasa memiliki.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"842\" height=\"632\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-4-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-19107\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-4-edited.png 842w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-4-edited-300x225.png 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-4-edited-768x576.png 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-4-edited-16x12.png 16w\" sizes=\"(max-width: 842px) 100vw, 842px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Foto : Siswa SD yang sedang mengikuti lomba kompetisi lari<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis perlombaan yang diselenggarakan pun cukup beragam. Siswa SMP dan SMA mengikuti pertandingan voli, badminton, tolak peluru, serta kompetisi yel-yel. Sementara siswa SD mengikuti sepak bola, lari, dan yel-yel. Siswa dari jenjang yang lebih kecil pun memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Perbedaan usia tidak menghilangkan semangat kompetisi; masing-masing kelompok tetap berusaha memberikan penampilan terbaik sesuai dengan kemampuan dan kategori mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, bagi empat peserta <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/i-smash\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">I-SMASH<\/mark><\/a>, keterlibatan mereka dalam kegiatan Sport Week memberikan pengalaman tersendiri. Pengalaman yang paling menarik justru tidak selalu terjadi ketika pertandingan berlangsung. Mereka mengikuti guru pembimbing untuk menyaksikan berbagai perlombaan sekaligus mendokumentasikan kegiatan melalui foto dan video. Di sela-sela aktivitas tersebut, mereka juga berkesempatan berinteraksi dengan siswa sekolah dasar, berbincang, dan berfoto bersama. Pertemuan sederhana itu memberikan kesempatan untuk melihat kehidupan sekolah Thailand dari jarak yang lebih dekat dan personal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kegiatan tersebut, peserta <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/i-smash\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">I-SMASH<\/mark><\/a> memperoleh gambaran bahwa budaya sekolah dapat dipelajari melalui aktivitas yang tampaknya sederhana. Cara siswa berkumpul, mengikuti pembukaan, mengenakan identitas kelompok, memberikan dukungan kepada teman, hingga merayakan kemenangan menjadi bagian dari budaya pendidikan yang mereka saksikan secara langsung. Apa yang mereka lihat tidak lagi sekadar informasi mengenai sistem pendidikan Thailand, tetapi pengalaman nyata yang dapat diamati, dirasakan, dan dibandingkan dengan kehidupan sekolah di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sport Week juga memperlihatkan bahwa olahraga memiliki fungsi yang lebih luas daripada aktivitas fisik. Di lapangan, siswa belajar berkompetisi, tetapi pada saat yang sama mereka belajar menerima aturan, bekerja dalam kelompok, menghargai lawan, dan mendukung teman. Sportivitas menjadi bagian dari pendidikan karakter yang berlangsung melalui pengalaman. Bagi peserta <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/i-smash\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">I-SMASH<\/mark><\/a> dari <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">Fakultas Humaniora<\/mark><\/a>, pengalaman ini memperluas cara pandang bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui berbagai praktik sosial yang membentuk karakter siswa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lima hari kemudian, seluruh rangkaian Sport Week ditutup pada Jumat dengan pengumuman pemenang di gedung serbaguna sekolah. Kompetisi pun berakhir, tetapi pengalaman yang diperoleh peserta <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/i-smash\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">I-SMASH<\/mark><\/a> justru menjadi bagian penting dari perjalanan mereka selama berada di Thailand. Mereka tidak hanya membawa dokumentasi berupa foto dan video, tetapi juga membawa pemahaman baru tentang bagaimana sebuah sekolah membangun kebersamaan melalui kegiatan olahraga. Sport Week di Chariyatham Suksa Foundation School mengajarkan satu hal sederhana: perbedaan warna tidak harus berarti perbedaan tujuan. Biru, merah, hijau, dan kuning memang membuat para siswa terbagi dalam kelompok-kelompok kompetisi, tetapi semuanya berada dalam satu sekolah dan satu ruang kebersamaan. Bagi peserta <a href=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/i-smash\/\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-luminous-vivid-orange-color\">I-SMASH Fakultas Humaniora UIN Malang<\/mark><\/a>, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran lintas budaya bahwa untuk memahami sebuah masyarakat, seseorang tidak selalu harus masuk ke ruang kelas. Kadang-kadang, cukup dengan berdiri di tepi lapangan, melihat anak-anak berlari, mendengar sorak dukungan, dan menyaksikan mereka bekerja sebagai sebuah tim\u2014di sana, budaya dan nilai-nilai kemanusiaan sedang berbicara. <strong>[Catrina, Salsabila, Maura,<\/strong> <strong>Farah]<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SONGKHLA\u2013YALA, Thailand\u2014 Lapangan sekolah berubah menjadi arena penuh warna. Biru, merah, hijau, dan kuning tampak memenuhi ruang kegiatan Chariyatham Suksa Foundation School, Chana District, Songkhla selama lima hari, 27\u201331 Juli 2026. Di balik warna-warna tersebut, para siswa berlari, bermain voli, bertanding badminton, melakukan tolak peluru, hingga meneriakkan yel-yel kelompok. Bagi empat peserta I-SMASH Fakultas Humaniora [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":19105,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[634,13,642,635],"tags":[],"class_list":["post-19102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-dan-sastra-arab","category-berita","category-i-smash","category-sastra-inggris"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19102"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19114,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19102\/revisions\/19114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}