{"id":17997,"date":"2026-07-15T12:13:50","date_gmt":"2026-07-15T05:13:50","guid":{"rendered":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/?p=17997"},"modified":"2026-07-15T12:13:51","modified_gmt":"2026-07-15T05:13:51","slug":"international-kite-festival-menghiasi-langit-pantai-parangkusumo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/uncategorized\/international-kite-festival-menghiasi-langit-pantai-parangkusumo\/","title":{"rendered":"International Kite Festival Menghiasi Langit Pantai Parangkusumo"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Suasana ramai dan penuh antusias menyelimuti pantai parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (12\/07\/26). Para pengunjung dan wisatawan memadati pinggiran pantai untuk meramaikan <em>International Kite Festival<\/em> yang diselenggarakan pada 11-12 Juli 2026. Festival tahunan ini dihadiri oleh peserta dari 17 negara dengan mengusung tema \u201cMelayang Bersama Keluarga\u201d, sebagai upaya melestarikan budaya layang-layang sekaligus mendorong sektor pariwisata Yogyakarta. Acara ini adalah hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Bantul\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siang hari, Pantai Parangkusumo dihiasi dengan layang-layang dengan berbagai ukuran dan bentuk yang unik seperti naga, ikan, hingga tokoh kartun. Kehadiran peserta mancanegara menjadi daya tarik juga dalam festival ini. Banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk berinteraksi dan mengabadikan momen bersama para peserta dari berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-8-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-18000\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-8-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-8-300x169.jpeg 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-8-768x432.jpeg 768w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-8-18x10.jpeg 18w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-8.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menyuguhkan layang-layang yang menarik dan unik, festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan barongsai. Atraksi barongsai berhasil menarik perhatian pengunjung yang memadati area pertunjukan. Pada hari kedua penyelenggaraan festival ini, pengunjung juga disuguhkan dengan penerbangan layang-layang dragon train, yaitu layang-layang berbentuk naga panjang yang akan meliuk-liuk mengikuti arah angin.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"716\" height=\"400\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-7.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-17999\" srcset=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-7.jpeg 716w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-7-300x168.jpeg 300w, https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/image-7-18x10.jpeg 18w\" sizes=\"(max-width: 716px) 100vw, 716px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perwakilan dari Dinas Pariwisata mengatakan bahwa festival pada hari kedua ini tidak kalah meriah dibandingkan hari sebelumnya, \u201dacara hari ini tidak kalah meriah dari acara kemarin. Festival ini tidak hanya diisi dengan lomba layangan saja, tetapi juga ada penampilan-penampilan lainnya. Hari ini akan ada penampilan barongsai dan lomba layangan dragon train,\u201c ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang penyelenggaraan festival ini. Salah satu pengunjung mengaku senang dapat menyaksikan festival ini secara langsung. \u201cSaya gembira dengan acara seperti ini. Dulu saya hanya melihat dari jauh, sekarang bisa melihatnya dari dekat. Acara ini diadakan setiap tahun, di tempat yang berbeda,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut salah satu jurnalis pada <em>International Kite Festival<\/em>, festival ini bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya layang-layang di Yogyakarta sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata setempat, \u201dtujuan event ini adalah untuk membangkitkan budaya dari Yogyakarta, khususnya layang-layang. Generasi muda diharapkan dapat menjadi penerus budaya layang-layang ini. Selain untuk membangkitkan budaya layang-layang, event ini diharapkan dapat membantu masyarakat dari segi ekonomi dan pariwisata,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penyelenggaraan <em>International Kite Festival<\/em> ini, diharapkan tradisi layang-layang dapat terus diwariskan pada generasi muda. Festival ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Yogyakarta yang mempertemukan masyarakat lokal dengan peserta dari berbagai negara, sekaligus memberi dampak positif pada pelaku usaha dan perekonomian di kawasan Pantai Pancakusumo.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suasana ramai dan penuh antusias menyelimuti pantai parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (12\/07\/26). Para pengunjung dan wisatawan memadati pinggiran pantai untuk meramaikan International Kite Festival yang diselenggarakan pada 11-12 Juli 2026. Festival tahunan ini dihadiri oleh peserta dari 17 negara dengan mengusung tema \u201cMelayang Bersama Keluarga\u201d, sebagai upaya melestarikan budaya layang-layang sekaligus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":17998,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-17997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18001,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17997\/revisions\/18001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}